Polisi Kerahkan 103 Personel Tim Urai Antisipasi Macet di Jalur Mudik dan Wisata Cimahi-KBB

5 hours ago 5

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG BARAT -- Tim Urai Polres Cimahi siap diterjunkan untuk pengamanan Operasi Lodaya 2026 di jalur mudik dan wisata di wilayah Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat (KBB). Mereka akan bersiaga untuk membantu pemudik dan wisatawan hingga mengurai kemacetan dengan pelayanan yang humanis.

"Ada 103 personel kami arahkan itu khusus untuk tim pengurai," kata Kapolres Cimahi, AKBP Niko Nurallah Adi Putra saat dikonfirmasi, Ahad (15/3/2026).

Dirinya mengatakan, tim urai itu akan dibagi tugas ke tiga zona yang sudah ditetapkan. Yakni zona utara yang meliputi kawasan Lembang, Cisarua dan Parongpong. Selain akses jalur mudik alternatif, kawasan itu juga diprediksi bakal ramai saat libur lebaran 2026.

Kemudian ada zona barat dari Cipatat dan Cikalongwetan hingga kawasan Padalarang yang menjadi jalur utama pemudik yang menggunakan sepeda motor khususnya, serta zona timur dari Padalarang menuju wilayah Kota Cimahi yang menjadi akses utama pemudik menuju wilayah Bandung hingga Priangan Timur seperti Garut, Tasiik dan sekitarnya.

"Kami bagi dari tiga zona yang perlu pengamanan, yaitu zona utara. kemudian juga zona barat dan zona Timur," ucap Niko.

Selain tim urai, polisi juga sudah menyiapkan skema rekayasa lalu lintas berupa one way sepenggal untuk mengantisipasi kemacetan saat arus mudik lebaran di wilayah Kota Cimahi, KBB serta Margaasih. Skema itu akan diterapkan dengan mempertimbangan kondisi di lapangan. 

"Tentunya nanti ada rekayasa dengan one way sepenggal dari mulai arah Utara-Selatan ataupun dari arah Barat ke Timur maupun sebaliknya," kata Niko.

Polisi juga sudah memetakan jalur-jalur yang dinilai masuk zona merah kemacetan sehingga dibutuhkan perhatian khusus berdasarkan hasil evaluasi mudik tahun 2025. Yakni di kawasan Pasar Tagog Apu, Simpang Cimareme dan Simpang Beatrik.

"Itu tiga trouble spot yang perlu konsentrasi. Untuk wilayah Cimahi, tentunya yang tadi disampaikan beberapa trouble spotnya yaitu lebih kepada bukan pasar tumpah tapi pasar kaget," ujar Niko.

Niko mengatakan, lebih dari 600 personel Polri diterjunkan untuk mengawal dan mengamankan arus mudik dan arus balik lebaran 2026 di wilayah hukum Polres Cimahi. Mereka akan bertugas selama masa Operasi Ketupat Lodaya 2026 yang berlangsung 13-25 Maret 2026.

"Ini adalah bentuk kesiapan kita untuk menerima atau menghadapi kegiatan libur lebaran atau Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Jumlah personel 667 yang tersebar, yang mana pelaksanaan kegiatan kurang lebih selama 13 hari," kata Niko. 

Polisi memprediksi arus pemudik yang menuju dan melintasi wilayah hukum Polres Cimahi mulai terjadi pada 14 dan 15 Maret 2026 karena sudah diberlakukannya penerapan work from anywhere (WFA) dan gelombang kedua pada 18-19 Maret 2026 yang bertepatan dengan libur Hari Raya Nyepi.

"Mengingat Senin dan Selasa itu sudah diberlakukannya WFA sebagian besar 80 persen untuk wirausaha yang di Jakarta, sehingga paling tidak kami sudah menerima fase pertama gelombang dari mudik itu dari mulai Jumat sore atau mungkin Sabtu pagi," kata Niko. (N-Ferry Bangkit Rizki)

Foto:  (Dok/Ferry Bangkit Rizki).

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |