Permintaan Ekspor Sarung Goyor Turun Drastis akibat Konflik Timur Tengah

3 weeks ago 51

Pekerja mengontrol kualitas saat pembuatan sarung goyor di industri sarung cap Botol Terbang di Kelurahan Potrobangsan, Magelang, Jawa Tengah, Jumat (8/5/2026). Perajin mencatat permintaan sarung goyor ke negara di kawasan Timur Tengah mengalami penurunan hingga 75 persen dari biasanya 400 sarung per bulan menjadi 100 sarung per bulan karena dampak konflik global di Timur Tengah. (FOTO : ANTARA FOTO/Anis Efizudin)

Pekerja menenun kain sarung goyor di industri sarung cap Botol Terbang di Kelurahan Potrobangsan, Magelang, Jawa Tengah, Jumat (8/5/2026). Perajin mencatat permintaan sarung goyor ke negara di kawasan Timur Tengah mengalami penurunan hingga 75 persen dari biasanya 400 sarung per bulan menjadi 100 sarung per bulan karena dampak konflik global di Timur Tengah. (FOTO : ANTARA FOTO/Anis Efizudin)

Pekerja menenun kain sarung goyor di industri sarung cap Botol Terbang di Kelurahan Potrobangsan, Magelang, Jawa Tengah, Jumat (8/5/2026). Perajin mencatat permintaan sarung goyor ke negara di kawasan Timur Tengah mengalami penurunan hingga 75 persen dari biasanya 400 sarung per bulan menjadi 100 sarung per bulan karena dampak konflik global di Timur Tengah. (FOTO : ANTARA FOTO/Anis Efizudin)

inline

REPUBLIKA.CO.ID, MAGELANG -- Pekerja menenun kain sarung goyor di industri sarung cap Botol Terbang di Kelurahan Potrobangsan, Magelang, Jawa Tengah, Jumat (8/5/2026).

Perajin mencatat permintaan sarung goyor ke negara di kawasan Timur Tengah mengalami penurunan hingga 75 persen dari biasanya 400 sarung per bulan menjadi 100 sarung per bulan karena dampak konflik global di Timur Tengah.

sumber : Antara Foto

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |