Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Setjen Kemenhan Brigjen Rico Ricardo Sirait.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah Republik Indonesia (RI) melalui Kementerian Pertahanan (Kemenhan) tidak membantah kabar pembelian rudal Brahmos dari Indonesia. Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Setjen Kemenhan Brigjen Rico Ricardo Sirait menjelaskan, Indonesia memang menjalin kerja sama dengan India untuk pembelian rudal yang dikembangkan oleh pabrikan Weapon and Electronic System Engineering Establishment (WESEE) tersebut.
"Indonesia memang menjalin kerja sama dengan India dalam pengadaan sistem rudal Brahmos sebagai bagian dari upaya modernisasi alat utama sistem persenjataan, khususnya untuk memperkuat kemampuan pertahanan pesisir (coastal defence)," ujar Rico kepada Republika di Jakarta, Senin (9/3/2026).
Menurut dia, pembelian rudal Brahmos dilakukan sebagai bagian memperkuat kerja sama pertahanan dengan India. Selain itu, kata Rico, tentu saja kehadiran Brahmos bagi TNI AL bisa memperkuat daya gentar dalam menjaga kedaulatan NKRI.
"Kerja sama ini juga merupakan bagian dari penguatan kemitraan strategis Indonesia–India di bidang pertahanan serta peningkatan kemampuan deterrence dalam menjaga kedaulatan wilayah," kata Rico.
Sebelumnya, Panglima Angkatan Bersenjata Filipina Jenderal Romeo Saturnino Brawner Jr membocorkan, Indonesia juga telah membeli rudal supersonik Brahmos dari India. Hal itu setelah ia menyatakan kesediaan Filipina untuk melakukan lebih banyak bisnis militer dengan India.
Filipina adalah negara pertama di Asia Tenggara yang mengakuisisi rudal Brahmos pada 2022 dengan nilai kontrak 375 juta dolar AS atau sekitar Rp 6,35 triliun.
Dalam wawancara tersebut, Brawner "...Filipina adalah negara pertama (di Asia Tenggara) yang membeli sistem rudal Brahmos. Sekarang Indonesia telah membeli sistem yang sama," ujarnya kepada Asian News International (ANI) di New Delhi, akhir pekan kemarin.
"Saya dapat mengatakan bahwa kami senang dengan pembelian kami, dan mudah-mudahan kami dapat melakukan lebih banyak bisnis dengan India," kata Brawner menambahkan. Meskipun Brawner menyampaikan, Indonesia telah menandatangani kesepakatan rudal Brahmos, namun pemerintah India belum secara resmi mengumumkannya.
Tetapi, sumber-sumber di pemerintahan menyatakan bahwa kontrak tersebut hampir mencapai tahap finalisasi. Dikutip dari The Times of India, nilai kontrak pembelian Brahmos dari Indonesia ke India di angka 450 juta dolar AS atau sekitar Rp 7,6 triliun.
.png)
2 hours ago
1
















































