Pemberdayaan Perempuan Lahirkan Dampak Berantai

4 hours ago 5

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemberdayaan perempuan prasejahtera yang dilakukan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) tidak hanya berdampak pada peningkatan ekonomi individu nasabah, juga menciptakan perubahan sosial yang lebih luas di tingkat keluarga dan komunitas.

Pemberdayaan perempuan pada sektor ultramikro sejatinya proses menyalakan lentera-lentera kecil di tengah masyarakat. Lentera tersebut menjadi simbol harapan sekaligus kekuatan bagi perempuan memperbaiki kehidupan keluarga mereka.

Sejak berdiri pada 1999, PNM berkomitmen memberikan akses pembiayaan sekaligus pendampingan bagi pelaku usaha ultramikro, khususnya perempuan prasejahtera.

Melalui layanan seperti PNM Mekaar dan ULaMM, perusahaan tidak hanya menyalurkan modal usaha, juga memberikan pelatihan, pendampingan, serta pembinaan karakter usaha seperti disiplin, kejujuran, dan kerja keras.

Hingga kini, program PNM Mekaar menjangkau lebih dari 22,9 juta nasabah yang tergabung dalam sekitar 909 ribu kelompok perempuan di seluruh Indonesia. Layanan ini hadir di 36 provinsi, 451 kabupaten/kota, dan 6.165 kecamatan, menjadikan PNM salah satu penggerak inklusi keuangan terbesar di segmen ultramikro.

“Dampak pemberdayaan tidak semata diukur dari angka. Perempuan yang sebelumnya hanya berjuang untuk bertahan hidup kini mulai berperan sebagai penggerak ekonomi keluarga bahkan komunitasnya,” ungkap Sekretaris Perusahaan PNM L Dodot Patria Ary dalam giat Iftar PNM Bersama Media: Lentera dalam Makna.

Dalam proses pemberdayaan tersebut, PNM menyaksikan lahirnya kepemimpinan perempuan dari akar rumput. Di setiap kelompok Mekaar, terdapat ketua kelompok yang menjadi penggerak bagi anggota lainnya.

Mereka belajar mengorganisasi pertemuan, menjaga kedisiplinan kelompok, serta memastikan seluruh anggota dapat berkembang bersama. Peran ini secara tidak langsung membentuk kepemimpinan perempuan di tingkat komunitas.

Para ketua kelompok tidak hanya menjadi penggerak usaha kecil, tetapi juga panutan yang menumbuhkan solidaritas, gotong royong, dan kemandirian ekonomi di lingkungan mereka.

Dampak pemberdayaan ini semakin kuat dengan hadirnya ekosistem Holding Ultra Mikro yang mengintegrasikan layanan PNM, BRI, dan Pegadaian. Melalui ekosistem ini, nasabah memiliki kesempatan naik kelas dengan akses ke berbagai layanan keuangan yang lebih luas.

Dodot menegaskan, pemberdayaan perempuan memiliki efek berantai yang jauh melampaui peningkatan ekonomi individu.

“Ketika seorang ibu mendapatkan akses pembiayaan dan pendampingan, yang berubah bukan hanya usahanya. Yang berubah kehidupan keluarganya, pendidikan anak-anaknya, hingga dinamika ekonomi di lingkungannya. Inilah yang kami sebut multiplier effect dari pemberdayaan perempuan,” ujarnya dalam keterangan, Kamis (12/3/2026).

Menurut Dodot, PNM meyakini perempuan merupakan salah satu kunci penting dalam pembangunan ekonomi akar rumput. Ketika perempuan diberdayakan, mereka tidak hanya memperkuat ketahanan ekonomi keluarga, juga menciptakan jaringan solidaritas sosial yang kuat di masyarakat.

“Karena itu PNM tidak sekadar menyalurkan pembiayaan, tetapi membangun ekosistem pemberdayaan yang memungkinkan para ibu terus berkembang dan memberi dampak bagi sekitarnya,” tambahnya.

PNM percaya perubahan besar sering kali berawal dari langkah kecil. Seperti lentera yang mungkin tampak sederhana, namun ketika dinyalakan bersama-sama, cahaya tersebut mampu menerangi jalan yang panjang.

Melalui jutaan perempuan nasabah Mekaar, lentera-lentera pemberdayaan itu kini terus menyala dari desa-desa di seluruh Indonesia, membawa harapan baru bagi keluarga dan komunitas di sekitarnya.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |