Pelatih Mesir Dedikasikan Kemenangan untuk Palestina

2 weeks ago 39

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pelatih tim nasional Mesir, Hossam Hassan, mendedikasikan kemenangan bersejarah timnya di Piala Dunia 2026 kepada rakyat Palestina. Mesir memastikan langkah ke babak 16 besar setelah menyingkirkan Australia melalui adu penalti 4-2, seusai bermain imbang 1-1 hingga 120 menit pada laga babak 32 besar.

Dalam adu penalti, Hossam Abdelmaguid menjadi penentu kemenangan setelah sukses menjalankan tugasnya sebagai eksekutor terakhir. Sebaliknya, dua penendang Australia, Harry Souttar dan Lucas Herrington, gagal mencetak gol sehingga Mesir memastikan kemenangan bersejarah.

Hasil tersebut menjadi kemenangan pertama Mesir di fase gugur sepanjang sejarah keikutsertaan mereka di Piala Dunia FIFA sekaligus membawa wakil Afrika itu melaju ke babak 16 besar.

Usai pertandingan, Hossam Hassan menyampaikan bahwa kemenangan tersebut dipersembahkan tidak hanya untuk rakyat Mesir, tetapi juga bagi rakyat Palestina.

Ia mengatakan terus mendoakan agar rakyat Palestina diberikan kedamaian dan keberhasilan serta memohon ampun bagi mereka yang telah kehilangan nyawa.

"Kemenangan ini bukan hanya milik rakyat Mesir, tetapi juga untuk saudara-saudara kami di Palestina," ujar Hassan.

Suasana haru menyelimuti perayaan kemenangan Mesir. Seusai peluit panjang dibunyikan, Hassan berjalan memasuki lapangan sambil membawa bendera Mesir dan Palestina.

Para pemain Mesir juga merayakan keberhasilan mereka dengan melakukan sujud syukur bersama di tengah lapangan sebagai ungkapan rasa syukur atas keberhasilan mengukir sejarah baru.

Aksi tersebut langsung menjadi perhatian di berbagai platform media sosial. Banyak pendukung memuji penghormatan yang diberikan tim berjuluk Pharaohs kepada rakyat Palestina setelah memastikan tiket ke babak berikutnya.

Perayaan kemenangan Mesir juga terasa hingga Gaza. Sejumlah video yang beredar di media sosial memperlihatkan warga Palestina menyaksikan pertandingan dari kamp-kamp pengungsian dan kawasan yang terdampak konflik.

Setelah Mesir memastikan kemenangan, warga terlihat merayakannya dengan penuh sukacita di tengah situasi krisis kemanusiaan yang masih mereka hadapi.

Keberhasilan menyingkirkan Australia memperpanjang perjalanan bersejarah Mesir di Piala Dunia 2026. Pada babak 16 besar, Mesir akan menghadapi juara bertahan Argentina yang sebelumnya menyingkirkan Tanjung Verde dengan skor 3-2 melalui babak perpanjangan waktu.

Mesir kini bertekad melanjutkan kiprah impresif mereka dan berusaha mencetak sejarah baru dengan menembus babak perempat final Piala Dunia 2026.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |