Peringati Hari Anak Nasional, KPP Jabar Salurkan Bantuan untuk Kelompok Rentan

3 hours ago 3

REPUBLIKA.CO.ID, SUBANG -- Kaukus Perempuan Parlemen (KPP) DPRD Jawa Barat memperingati Hari Anak Nasional dengan menggelar bakti sosial dan menyalurkan bantuan kepada 100 anak yang mendapatkan layanan di UPTD Pusat Pelayanan Griya Ramah Anak Dinas Sosial Jawa Barat di Pagaden, Kabupaten Subang, Selasa (21/7/2026).

Ketua KPP DPRD Jawa Barat, Siti Muntamah mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian sekaligus dukungan moral kepada anak-anak yang sedang menjalani pembinaan dan perlindungan di Griya Ramah Anak. 

Menurut dia, kehadiran KPP DPRD Jabar tidak hanya untuk menyerahkan bantuan, juga memberikan semangat agar anak-anak tetap optimistis menatap masa depan.

"Kehadiran kami di sini bukan sekadar menyerahkan bantuan, juga ingin memberikan semangat, perhatian, dan kasih sayang kepada anak-anak. Mereka generasi penerus yang berhak mendapatkan perlindungan, pendidikan, dan masa depan yang lebih baik," ujar Siti.

Ia menegaskan KPP DPRD Jawa Barat akan terus mengawal kebijakan yang berpihak kepada perempuan dan anak melalui fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan. 

Menurutnya, pemenuhan hak perempuan dan anak harus menjadi perhatian bersama agar mereka memperoleh perlindungan dan kesempatan berkembang secara optimal.

"Kami berkomitmen terus mengawal berbagai kebijakan yang berpihak kepada perempuan dan anak, khususnya di Jawa Barat, sehingga hak-hak mereka dapat terpenuhi secara optimal," katanya menegaskan. 

Anggota KPP DPRD Jawa Barat, Tia Fitriani, mengatakan kegiatan bakti sosial diprioritaskan kepada mitra kerja DPRD Jawa Barat, khususnya yang berada dalam lingkup Komisi V.

Ia berharap kolaborasi  DPRD, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan terus diperkuat agar semakin banyak anak memperoleh perlindungan dan layanan yang dibutuhkan.

Sementara itu, Kepala Subbagian UPTD Griya Ramah Anak, Teti Tedjaningrum, mengapresiasi perhatian yang diberikan KPP DPRD Jawa Barat. Menurut dia, bantuan yang disalurkan merupakan tindak lanjut atas kebutuhan yang sebelumnya disampaikan pihak UPTD.

Bantuan tersebut meliputi kerudung, kaus kaki, sepatu olahraga, bantal, papan tulis, meja belajar lipat, bantuan uang tunai, makanan, serta makanan ringan. 

Saat ini terdapat 100 anak yang mendapatkan layanan di Griya Ramah Anak dengan latar belakang beragam, termasuk 13 anak penyandang disabilitas dan anak-anak yang memerlukan perhatian khusus.

Teti menjelaskan, anak penyandang disabilitas yang sudah tidak memiliki orang tua akan dirujuk ke Pusat Pelayanan Sosial Griya Harapan Difabel (PPSGHD). 

Sementara bagi anak yang masih memiliki keluarga akan diupayakan kembali kepada orang tuanya setelah melalui proses pendampingan. Sebagian lainnya diarahkan mengikuti pendidikan vokasional sebagai bekal kemandirian.

"Sebagian besar anak yang berada di Griya Ramah Anak berasal dari Kabupaten Subang dengan berbagai kondisi dan kebutuhan berbeda, sehingga dukungan dari berbagai pihak sangat berarti bagi mereka," ujar Teti. 

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |