Wamentan Minta Pengusaha Tani Fokus Bangun Bisnis, Bukan Berebut Proyek

3 hours ago 3

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono meminta Pengusaha Tani Indonesia (PTI) tidak lagi berorientasi mengejar proyek pemerintah, melainkan membangun bisnis pertanian yang besar, sehat, dan berdaya saing melalui penguatan ekspor. Menurut dia, peluang terbesar sektor pertanian saat ini berada pada perluasan pasar global yang terus dibuka pemerintah seiring meningkatnya produksi nasional.

Pesan tersebut disampaikan Sudaryono saat melantik pengurus Pengusaha Tani Indonesia sekaligus membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I PTI di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (21/7/2026) lalu. Ia menegaskan arah kebijakan Presiden Prabowo Subianto telah menempatkan pertanian sebagai sektor prioritas sehingga pelaku usaha harus mampu menangkap peluang tersebut.

"Jangan hanya mencari akses proyek pemerintah. Bangun bisnis yang besar, bisnis yang sehat, bisnis yang berorientasi ekspor," kata Wamentan, dikutip Rabu (22/7/2026).

Ia mengatakan pemerintah telah membuka berbagai peluang ekspor, mulai dari ceker ayam ke China, karet ke Rusia, hingga komoditas pertanian lainnya. Peluang tersebut, menurut dia, harus dimanfaatkan pelaku usaha untuk memperluas pasar dan meningkatkan nilai tambah produk pertanian nasional.

Sudaryono menilai ruang proyek pemerintah memiliki keterbatasan dan seluruh prosesnya diawasi secara ketat. Sebaliknya, peluang bisnis pertanian akan jauh lebih besar jika pengusaha mampu membangun jaringan pemasaran serta memanfaatkan akses pasar internasional.

Menurut dia, pelaku usaha juga harus menyesuaikan strategi bisnis dengan kebijakan pemerintah yang menjadikan swasembada pangan sebagai prioritas utama. Momentum tersebut dinilai membuka ruang usaha yang luas bagi sektor pertanian.

Pemerintah, lanjut Sudaryono, tengah menjalankan program pengembangan sembilan komoditas perkebunan strategis, seperti kelapa, kakao, kopi, pala, lada, dan komoditas ekspor lainnya, dengan dukungan anggaran sekitar Rp 9,9 triliun. Program tersebut membuka peluang bagi pengusaha untuk terlibat dalam perdagangan, pengolahan, hingga ekspor komoditas.

Ia menegaskan seluruh pelayanan di Kementerian Pertanian dilakukan secara bersih dan transparan. Masyarakat diminta melaporkan pihak yang mengatasnamakan dirinya maupun pejabat Kementerian Pertanian untuk menawarkan bantuan dengan imbalan tertentu.

Pada akhir sambutannya, Sudaryono mengajak pengurus PTI lebih banyak turun ke lapangan agar memahami kebutuhan petani secara langsung. Ia menilai peluang usaha pertanian justru lahir dari kedekatan dengan aktivitas di sawah, kebun, dan sentra produksi.

Ia menambahkan keberhasilan pemerintah membuka akses ekspor durian langsung ke China menunjukkan komitmen pemerintah memperluas pasar internasional bagi produk pertanian Indonesia. Karena itu, pengusaha tani diminta memanfaatkan momentum tersebut untuk memperkuat bisnis dan meningkatkan nilai tambah komoditas nasional.

Sudaryono menegaskan seluruh pelayanan di Kementerian Pertanian dilakukan secara bersih dan transparan. Ia meminta masyarakat tidak mempercayai pihak yang mengatasnamakan dirinya maupun pejabat Kementerian Pertanian untuk menawarkan bantuan dengan imbalan tertentu.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |