Menko Zulhas Apresiasi Yayasan Garuda Biru Jalankan Program MBG

3 hours ago 1

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Yayasan Salman Peduli Berkarya dan Yayasan Garuda Biru menyelenggarakan Bimbingan Teknis Keamanan Pangan dan Buka Puasa yang diikuti ribuan karyawan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) se-Jabodetabek di Kota Bekasi, Jawa Barat. Momen itu juga sekaligus merayakan milad ke-42 tahun, Nofalia selaku pemilik Yayasan Salman Peduli Berkarya dan Yayasan Garuda Biru Indonesia.

Menko Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas), Sekretaris Utama Badan Gizi Nasional (BGN) Brigjen (Purn) Sarwono, Ketua Umum Yayasan Forum Alumni Aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (FAAHMI) H Abdul Malik SE, dan Sekjen Lampung Perantauan H Wawan, turut hadir dalam acara itu. Zulhas mengapresiasi kegiatan Yayasan Salman Peduli Berkarya dan Yayasan Garuda Biru Indonesia yang terus mendukung program Presiden Prabowo Subianto dalam menjalankan Makan Bergizi Gratis (MBG)

Menurut dia, dalam konteks Ramadan 2026, program MBG tetap berjalan, dengan penyesuaian menu menjadi makanan kering atau bisa dibawa pulang siswa. Pun kegiatan siswa sekolah menjadi pesantren dari siang hari digeser menjadi sore agar mereka tetap mendapat asupan gizi. Zulhas menegaskan, program MBG menjadi tanda ekonomi dirasakan seluruh rakyat, tak terkecuali lapisan bawah.

"Arah kebijakan pangan nasional saat ini difokuskan untuk mengembalikan kedaulatan ekonomi secara penuh ke tangan rakyat. Sektor pangan wajib menjadi fondasi utama pembangunan agar makna kemerdekaan dapat benar-benar dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat," ucap Zulhas dalam siaran pers di Jakarta, Sabtu (14/3/2026).

Zulhas juga menyinggung kembali perjalanan panjangnya mendukung Presiden Prabowo yang telah berlangsung selama 15 tahun. Meski harus melewati berbagai dinamika politik yang berliku, sambung dia, dukungan PAN terhadap Prabowo tidak pernah luntur sedikit pun.

Mantan ketua MPR itu pun salut dengan kebijakan Prabowo yang sangat sejalan dengan cita-cita kemerdekaan bangsa. Menurut dia, ekonomi di Indonesia saat ini ditempatkan sebagai alat untuk mencapai kesejahteraan rakyat, bukan semata-mata mengejar angka pertumbuhan.

"Program-programnya itu, kebijakan-kebijakannya itu, ingin meluruskan cita-cita kita merdeka. Pasal 33, ekonomi Pancasila, kedaulatan tangan rakyat, kebersamaan gotong royong," jelasnya. Ia menambahkan bahwa dalam ajaran Islam, keberpihakan kepada kaum miskin dan kelompok yang susah ini selaras dengan prinsip teologi al-ma’un," kata Zulhas.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |