Umat Muslim berbuka puasa bersama di hari pertama bulan puasa Ramadhan di Masjid Niujie di kota Beijing, Cina, Selasa (13/4).
REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- Kawasan Muslim Niujie di Distrik Xicheng, Beijing, sekitar lima kilometer dari pusat kota, bertambah ramai dan semarak selama bulan Ramadhan dengan hadirnya bazar makanan halal dan aktivitas ibadah di masjid tertua di ibu kota China tersebut.
Niujie telah dikenal sebagai permukiman Muslim di Beijing selama lebih dari seribu tahun. Kawasan ini memiliki populasi sekitar 10.000 umat Islam dari etnis minoritas Hui yang mempertahankan tradisi budaya China dalam kehidupan sehari-hari mereka.
“Banyak makanan halal di sepanjang jalan Niujie dan suasananya mirip bazar Ramadhan di Indonesia, tetapi dengan hidangan halal khas China. Kami juga ingin merasakan suasana berbuka puasa dan sholat magrib di masjid pertama di Beijing,” kata mahasiswa S2 Universitas Tsinghua, Akbar Rayzen, asal Bandung, yang ditemui Antara di kawasan Niujie pekan lalu.
Akbar datang bersama dua temannya dari Solo dan Riau. Ia mengaku tertarik merasakan keramaian mencari takjil dan suasana kebersamaan saat berbuka puasa dengan komunitas Muslim setempat yang jarang ditemui di Beijing.
Sepanjang sekitar satu kilometer jalan di kawasan tersebut dipenuhi toko dan rumah makan halal yang menjual berbagai hidangan khas etnis Hui seperti mi daging sapi, bakpao daging kambing, sate ginjal kambing, serta kue bulan berisi lima jenis kacang. Harga makanan mulai dari enam yuan atau sekitar Rp 14 ribu.
sumber : Antara
.png)
3 hours ago
4
















































