REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Perdana Menteri (PM) sekaligus Menteri Pertahanan (Menhan) Australia Richard Donald Marles melihat peluang bagi negaranya untuk menggunakan fasilitas pelatihan militer internasional milik Indonesia. Fasilitas itu akan dibangun di Morotai, Provinsi Maluku Utara, yang merupakan pangkalan militer Jepang pada Perang Dunia II.
"Ini adalah fasilitas pelatihan Indonesia, tetapi kami melihat ada peluang bagi Australia untuk terlibat dalam pelatihan di sana," kata Marles dalam jumpa pers di Kedutaan Besar Australia, Jakarta Selatan, Kamis (12/3/2026). Dia menyampaikan pernyataan itu menyusul pertemuannya dengan Menhan RI Sjafrie Sjamsoeddin di Kemenhan, Jakarta Pusat, Kamis pagi WIB.
Dalam pertemuan tersebut, menhan kedua negara membahas tentang tindak lanjut Traktat Keamanan Bersama Australia-Indonesia yang ditandatangani pada Februari 2026. Mereka juga mengulas tentang Perjanjian Kerja Sama Pertahanan Australia-Indonesia yang ditandatangani pada Agustus 2024.
Salah satu pembahasan dalam pertemuan itu ialah tentang rencana Australia akan mengirim tim survei militer ke Pulau Morotai pada akhir tahun 2026, untuk meninjau potensi kerja sama dalam pengembangan infrastruktur fasilitas pelatihan militer Indonesia. "Kami akan mengirim tim survei militer ke Pulau Morotai untuk meninjau bagaimana kami dapat melakukan lebih banyak pekerjaan infrastruktur di sana, di fasilitas pelatihan yang sangat penting bagi TNI," jelas Marles.
Menurut Marles, fasilitas pelatihan tersebut ialah milik Indonesia dan akan digunakan sebagai pelatihan bagi tentara Indonesia. Namun demikian, Marles tidak menutup kemungkinan bagi tentara Australia untuk berlatih di fasilitas pelatihan tersebut.
"Ini akan menjadi fasilitas milik Indonesia dan kami memikirkan bagaimana dapat menggunakan fasilitas pelatihan satu sama lain telah menjadi bagian penting dari diskusi yang telah kami lakukan antara kedua angkatan pertahanan kita," jelasnya.
Australia juga memiliki area pelatihan yang cukup luas di negaranya. Marles pun mempersilakan Indonesia untuk mengirimkan anggota TNI dan menggunakan area pelatihan tersebut. "Kami telah melihat hal (kerja sama semacam) itu terjadi selama beberapa tahun terakhir. Saya pikir ini adalah kesempatan bagi Australia ke depannya untuk melihat Morotai dikembangkan dengan cara ini, tetapi tempat ini akan lebih banyak menjadi fasilitas pelatihan bagi Indonesia," katanya.
Dia pun kembali menegaskan, keterlibatan Australia dalam pembangunan fasilitas pelatihan militer di Morotai itu ialah di bidang infrastruktur. "Beliau (Menhan Sjafrie) sangat ingin melibatkan kami dalam masalah ini, dalam hal-hal yang dapat kami lakukan untuk mendukung infrastruktur yang perlu dikembangkan di Morotai. Ini sebagian besar dipimpin oleh Indonesia, tetapi kami melihat ini sebagai peluang besar bagi kami juga," ujar Marles.
.png)
4 hours ago
2
















































