Geopolitik Memanas, Putin Bongkar Kesalahan Fatal Barat Soal Rusia

1 hour ago 1

Presiden Rusia Vladimir Putin.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Presiden Rusia Vladimir Putin menegaskan bahwa upaya pihak luar untuk memecah belah masyarakat Rusia tidak akan berhasil, di tengah meningkatnya tekanan geopolitik terhadap Moskow. Pernyataan itu disampaikan Putin dalam pertemuan Dewan Legislator, yang sekaligus menegaskan arah konsolidasi politik domestik Rusia di tengah dinamika global yang kian kompleks.

Putin menilai, pihak-pihak yang menganggap sistem politik Rusia sebagai titik lemah justru keliru membaca karakter negara tersebut. Menurutnya, Rusia tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga menunjukkan ketahanan politik yang kuat di tengah tekanan eksternal.

“Jika ada yang percaya bahwa demokrasi multipartai… adalah titik lemah kita… maka mereka jelas salah. Mereka tidak memahami Rusia dan rakyatnya,” kata Putin, seperti dirangkum kantor berita TASS kemarin.

Pernyataan ini muncul dalam konteks meningkatnya ketegangan antara Rusia dan Barat, terutama sejak konflik Ukraina yang memperuncing sanksi ekonomi, isolasi diplomatik, hingga tekanan militer tidak langsung terhadap Moskow. Dalam lanskap tersebut, stabilitas domestik menjadi elemen kunci bagi Rusia untuk mempertahankan posisi strategisnya.

Putin menegaskan bahwa sistem politik Rusia, termasuk parlemen dan seluruh cabang pemerintahan—telah membuktikan kekuatan dan kedaulatannya. Ia menyebut model parlementer bikameral yang dianut Rusia efektif untuk mengelola negara besar dengan keragaman etnis dan agama.

“Semua cabang pemerintahan telah menunjukkan stabilitas dan kemauan untuk memperjuangkan kepentingan vital Tanah Air,” ujarnya.

Di sisi lain, Putin juga mengingatkan bahwa Rusia saat ini menghadapi tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Namun, ia menolak pendekatan yang terlalu bertumpu pada larangan dan pembatasan sebagai respons utama negara.

Menurutnya, kebijakan legislatif harus bersifat adaptif, progresif, dan berorientasi ke masa depan, bukan sekadar reaktif terhadap tekanan. “Hambatan yang berlebihan hanya akan menghambat kemajuan,” kata dia.

Pernyataan ini mengindikasikan adanya upaya Rusia untuk menyeimbangkan antara kontrol negara dan kebutuhan inovasi, terutama di sektor strategis seperti kecerdasan buatan (AI). Putin menegaskan pentingnya menemukan model regulasi AI yang optimal dengan tetap mempertimbangkan praktik global.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |