REPUBLIKA.CO.ID,Pada zaman modern, robot telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan manusia. Dari pabrik hingga rumah tangga, mesin-mesin cerdas kini membantu berbagai pekerjaan, bahkan banyak yang telah dilengkapi kecerdasan buatan dan terhubung dengan internet. Namun, jauh sebelum dunia mengenal robot modern, seorang ilmuwan Muslim telah lebih dulu meletakkan fondasi ilmu robotika.
Dialah Abu al-'Iz bin Ismail bin ar-Razaz al-Jazari, atau yang lebih dikenal sebagai Al-Jazari. Sarjana Muslim abad ke-12 ini kerap dijuluki sebagai "Bapak Robotika". Julukan itu bukan tanpa alasan. Berabad-abad sebelum Leonardo da Vinci merancang "ksatria mekanis"-nya, Al-Jazari telah menciptakan mesin-mesin otomatis yang menakjubkan.
Salah satu karyanya yang paling terkenal adalah seperangkat robot pemain musik. Bentuknya berupa miniatur perahu yang di atasnya duduk sejumlah humanoid, seperti penabuh drum, pemain harpa, pemukul simbal, dan peniup seruling.
Dengan memanfaatkan prinsip hidrolik, figur-figur itu dapat bergerak secara otomatis sambil memainkan musik yang harmonis. Karya ini diciptakan untuk menghibur tamu-tamu istana Dinasti Artuqid.
Menukil artikel “The Mechanical Engineer: Abu'l Izz Badiuzzaman Ismail bin Razzaz al-Jazari” dijelaskan, sarjana Muslim ini lahir pada 1136 atau kira-kira 3,5 abad sebelum Leonardo da Vinci. Ia lahir di kawasan Mesopotamia, wilayah antara Sungai Eufrat dan Tigris, Al-Jazari tumbuh di lingkungan keluarga petani.
Meski demikian, minatnya sejak kecil justru tertuju pada dunia ilmu pengetahuan dan mekanika. Ia lebih suka membaca dan bereksperimen ketimbang bekerja di ladang.
Bakatnya sudah terlihat sejak usia belia. Saat berumur 14 tahun, Al-Jazari berhasil membuat kincir air kecil yang digerakkan oleh tenaga tawon. Kakeknya sangat mendukung kreativitas itu, bahkan kerap membawakan buku-buku pinjaman untuk dipelajarinya. Dukungan tersebut menjadi bahan bakar bagi tumbuhnya kecintaan Al-Jazari pada ilmu teknik.
.png)
3 hours ago
1














































