Rekaman drone Shahed Iran menghantam pangkalan militer AS di Kuwait pada 28 Februari 2026.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Media pemerintah Turki melaporkan, serangan balasan militer Iran terhadap Amerika Serikat sejak awal perang di kawasan Timur Tengah berdampak besar. Iran dilaporkan telah menghancurkan sedikitnya 12 sistem radar pertahanan milik AS dan sekutunya di negara-negara Teluk Arab, menurut publikasi Anadolu Agency pada Kamis (19/3/2026).
Dalam laporan itu disebutkan, nilai kerusakan dari sistem radar yang hancur diperkirakan mencapai lebih dari 3 miliar dolar AS (sekitar Rp50,7 triliun). Angka tersebut belum termasuk kerusakan berat pada sejumlah instalasi radar militer AS lainnya yang juga terkena serangan rudal Iran.
“Setidaknya 12 sistem radar AS dan sekutunya berhasil dihantam oleh drone dan rudal Iran sejak awal perang. Sistem-sistem radar tersebut bernilai lebih dari 3 miliar dolar AS (sekitar Rp50 triliun),” demikian laporan Anadolu.
Salah satu insiden yang dicatat terjadi di Baghdad, Irak, ketika sistem radar pertahanan Saab Giraffe 1X milik AS yang ditempatkan di kompleks Kedutaan Besar AS dihantam rudal Iran pada Sabtu (14/3/2026). Radar tersebut diperkirakan bernilai sekitar 2 juta dolar AS (sekitar Rp31,4 miliar) dan memiliki kemampuan Counter Rocket, Artillery Mortar (C-RAM) serta Counter Unmanned Aerial System (C-UAS) dengan jangkauan hingga 75 kilometer.
Di kawasan Uni Emirat Arab, empat sistem radar pertahanan AS tipe AN/TPY-2 yang ditempatkan di wilayah al-Sader dan al-Ruwaisi juga dilaporkan hancur akibat serangan Iran. Sistem radar serupa yang terintegrasi dengan sistem pertahanan rudal THAAD di Yordania juga dilaporkan rusak dalam serangan rudal Iran, dengan nilai satu sistem diperkirakan mencapai 2 miliar dolar AS (sekitar Rp33,7 triliun).
Serangan lain juga dilaporkan terjadi di Pangkalan Udara al-Udeid di Qatar. Sistem radar peringatan dini AN/FPS-132 di fasilitas militer tersebut disebut berhasil dihancurkan. Nilai radar tersebut diperkirakan sekitar 1,1 miliar dolar AS (sekitar Rp18,58 triliun).
Selain radar, laporan itu juga menyebut serangan Iran menargetkan markas Armada Ke-5 Angkatan Laut AS di Manama, Bahrain. Dalam serangan tersebut, dua terminal komunikasi satelit dan sejumlah bangunan besar dilaporkan mengalami kerusakan. Anadolu mengutip konfirmasi intelijen yang menyebut salah satu terminal komunikasi militer AN/GSC-52B yang hancur diperkirakan bernilai sekitar 20 juta dolar AS (sekitar Rp337 miliar).
.png)
10 hours ago
6













































