Lima Sumber Polusi Paling Bahaya Bagi Anak, Orang Tua Wajib Waspada

2 weeks ago 39

Melindungi anak dari polusi udara (ilustrasi). Dokter menyebutkan ada lima sumber polusi udara yang mengintai anak beserta dampaknya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indonesia masih menghadapi permasalahan serius terkait kualitas udara. Berdasarkan data IQ Air pada 2025, Indonesia masuk dalam 17 negara besar dengan tingkat polusi udara tertinggi di dunia. Di tengah kondisi ini, anak-anak menjadi kelompok yang paling rentan terdampak.

Dokter spesialis anak subspesialis respirologi anak, dr Cynthia Centauri, mengatakan anak menghirup udara dua hingga tiga kali lebih banyak dibandingkan orang dewasa sehingga paparan polutan yang masuk ke tubuhnya lebih besar. Paru-paru anak juga masih terus berkembang hingga usia dewasa muda, sehingga kerusakan paru yang terjadi pada masa kanak-kanak dapat menetap hingga dewasa.

“Itulah kenapa anak lebih rentan terhadap polutan dibandingkan orang dewasa. Dan perlu dingat bahwa gangguan atau kerusakan paru pada masa anak bisa menetap hingga dewasa,” kata dr Cynthia dalam diskusi yang digelar katan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Selasa (7/7/2026).

Untuk lebih jelasnya, berikut sumber polusi udara yang mengintai anak beserta dampaknya menurut dr Cynthia:

1. Emisi kendaraan

Emisi kendaraan menjadi salah satu sumber polusi utama di Indonesia. Bahan bakar transportasi menghasilkan nitrogen oksida yang bersifat beracun.

Bila terhirup pada anak, zat ini dapat memicu inflamasi dan edema pada saluran pernafasan, meningkatkan risiko alergi, memicu infeksi saluran pernafasan seperti pneumonia dan bronkitis, serta memperparah gejala asma maupun penyakit paru obstruktif kronis (PPOK). Lalu polutan emisi kendaraan bisa memicu peradangan dan kerusakan saluran pernafasan, batuk, gatal tenggorokan, nyeri saat bernapas dalam, memperberat keluhan asma, emfisema, serta bronkitis kronis, jelas dia.

2. Ozon permukaan

Ozon permukaan terbentuk ketika polutan seperti asap kendaraan dan emisi industri bereaksi dengan sinar matahari dan suhu panas. Ozon di permukaan ini adalah gas beracun yang memicu kabut asap dan berbahaya bagi kesehatan manusia.

Paparan ozon di permukaan bumi dapat memicu inflamasi dan kerusakan pada saluran pernapasan, sehingga menyebabkan gejala seperti batuk, gatal tenggorokan, dan nyeri pada tarikan napas dalam. Selain itu, paparan ozon juga dapat memperberat keluhan atau gangguan pada sistem pernapasan.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |