Kisah Ratusan Pemudik yang Pulang dalam Pelukan Keamanan dan Kasih

7 hours ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Di pagi yang masih diselimuti embun Ramadhan, ratusan pemudik berbaris rapi di pelataran terminal Makassar. Ada yang membawa tas kain lusuh penuh cerita kampung halaman, ada pula yang menggendong anak kecil yang tertidur di pundak ibunya.

Mereka bukan sekadar penumpang; mereka adalah potret Indonesia yang pulang, dengan harapan, doa, dan selembar tiket gratis dari PT Pelindo Jasa Maritim (SPJM). Pada Senin malam, 16 Maret 2026, 12 armada bus melepas 360 jiwa menuju Palopo, Soroako, dan Toraja. Bukan perjalanan biasa. Itu adalah perjalanan pulang yang dibungkus tanggung jawab sosial perusahaan.

“Program ini bukan sekadar angkut orang,” kata Sekretaris Perusahaan SPJM Tubagus Patrick, suaranya pelan namun tegas di tengah hiruk-pikuk malam. “Kami ingin mereka sampai kampung dengan selamat, nyaman, dan tanpa beban tambahan di jalan.” Dirut SPJM Arief Prabowo sendiri yang melepas keberangkatan.

Di matanya terlihat kepedulian yang jarang ditampilkan di ruang rapat korporasi: perhatian pada detail, pemeriksaan kelayakan armada, makanan dan minuman selama perjalanan, hingga perlengkapan kesehatan. Semua disiapkan agar risiko kecelakaan yang kerap membayangi pemudik motor jarak jauh bisa ditekan seminimal mungkin.

Jauh di utara Pulau Jawa, di Stasiun Pasar Senen, 480 pemudik dari program Mudik Gratis KAI juga bersiap menaiki KA Tawang Jaya Premium menuju Semarang Tawang. Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta Franoto Wibowo menjelaskan, program ini sudah menjadi agenda rutin sejak 2023.

“Kami ingin mendorong masyarakat beralih dari sepeda motor ke transportasi massal yang lebih aman,” katanya. Di balik statistik, 54.216 penumpang berangkat dan 22.574 datang pada hari itu, ada cerita manusia: keluarga yang ingin bertemu orang tua, anak rantau yang membawa oleh-oleh, dan harapan sederhana agar Lebaran tahun ini tak lagi diwarnai kecelakaan di jalan raya.

Di Medan, Sumatera Utara, Wali Kota Rico Tri Putra Waas melepas 2.100 pemudik pada hari pertama, diikuti 1.900 orang lagi keesokan harinya. Sebanyak 4.000 kuota disediakan untuk rute-rute dalam provinsi: Pakpak Bharat, Sidikalang, Tarutung, Sibolga, hingga Natal. “Tradisi pulang kampung adalah momen penting,” ujar Rico. Ia menekankan pemeriksaan ketat awak bus dan armada agar perjalanan panjang itu aman.

Di Semarang, Pemkot menyediakan 12 armada, tujuh untuk mudik, lima untuk balik, bagi warga perantau dari Paguyuban Wong Semarang di Jakarta. Danang Kurniawan, Kepala Dishub Kota Semarang, menyebut ini bagian dari program provinsi yang didukung APBD kota. “Kami menjemput dan mengantarkan warga kami sendiri,” katanya dengan nada kebanggaan.

sumber : Antara

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |