Sejumlah pemudik beristirahat di halaman Masjid Babussalam, Kersamanah, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Rabu (19/4/2023). Masjid dengan arsitektur bergaya timur tengah serta menawarkan pemandangan alam tersebut menjadi salah satu tempat favorit pemudik untuk beristirahat sekaligus beribadah sebelum melanjutkan perjalanan ke kampung halaman.
REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA — Kementerian Agama (Kemenag) menyiapkan sebanyak 6.859 Masjid Ramah Pemudik yang tersebar di berbagai jalur mudik di seluruh Indonesia. Program ini bertujuan memberi layanan bagi masyarakat yang melakukan perjalanan pulang kampung pada libur Lebaran 2026.
Program Masjid Ramah Pemudik diluncurkan dalam kegiatan kick off Ekspedisi Masjid Indonesia di Jakarta, Rabu (11/3/2026), yang dilepas oleh Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo Muhammad Syafi’i. Program ini menjadi bagian dari upaya Kementerian Agama memperluas fungsi masjid sebagai pusat pelayanan masyarakat.
Dalam sambutannya, Wamenag mengatakan, Kementerian Agama ingin menghidupkan kembali peran masjid agar tidak hanya digunakan untuk kegiatan ibadah rutin, tetapi juga memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
“Kita ingin mengubah wajah masjid yang selama ini terkesan hanya dibuka untuk pelaksanaan sholat lima waktu. Masjid harus kembali pada fungsinya memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Wamenag lewat keterangan tertulis.
Ia menjelaskan, Kemenag telah menyiapkan ribuan masjid di berbagai daerah untuk memberikan layanan bagi para pemudik yang melintasi jalur mudik nasional. “Kementerian Agama telah merumuskan layanan bagi para pemudik yang akan dilaksanakan oleh masjid-masjid di seluruh Indonesia, sebanyak 6.859 masjid,”kata dia.
Menurut Wamenag, keberadaan masjid di sepanjang jalur mudik dapat menjadi tempat singgah yang aman dan nyaman bagi para musafir selama perjalanan menuju kampung halaman. “Masjid tidak hanya menjadi tempat salat, tetapi juga tempat singgah yang memberikan berbagai kemudahan bagi para pemudik,”jelas dia.
Berbagai layanan disiapkan di masjid-masjid tersebut untuk mendukung kebutuhan pemudik. Di antaranya akses masjid dan musala yang dibuka selama 24 jam, area parkir, toilet bersih, ruang istirahat, layanan kesehatan untuk pertolongan pertama, serta ketersediaan air bersih.
Selain itu, pengelola masjid juga diharapkan menyediakan fasilitas pengisian daya baterai ponsel dan perangkat komunikasi, pusat informasi bagi pemudik, serta air minum dan makanan ringan.
.png)
3 hours ago
3















































