REPUBLIKA.CO.ID, PEKANBARU -- Kepolisian Negara Republik Indonesia kembali menghadirkan kerja nyata yang langsung dirasakan masyarakat melalui peresmian Jembatan Merah Putih Presisi di Provinsi Riau.
Program ini menjadi bagian dari implementasi arahan Presiden RI Prabowo Subianto untuk memperkuat akses masyarakat, khususnya di wilayah-wilayah yang selama ini terhambat kondisi geografis.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan, pembangunan jembatan ini merupakan respons cepat atas kebutuhan masyarakat, terutama anak-anak sekolah yang sebelumnya harus menghadapi risiko menyeberangi sungai atau menempuh jarak yang jauh untuk mencapai sekolah.
Di Provinsi Riau sendiri, terdapat total 110 jembatan, dengan 27 jembatan telah selesai dan diresmikan, sementara 83 lainnya masih dalam proses pembangunan. Secara nasional, jumlah pembangunan jembatan serupa telah mencapai ratusan titik di berbagai wilayah Indonesia.
"Saya juga mendapatkan laporan di beberapa wilayah yang lain, total saat ini ada kurang lebih 411 jembatan yang dibangun, dan (Polda) Riau termasuk yang paling banyak," ujar Kapolri.
Kapolri berharap, jembatan ini benar-benar memberikan manfaat, baik untuk akses pendidikan, peningkatan kualitas hidup masyarakat, maupun mendorong pertumbuhan ekonomi karena distribusi dan mobilitas menjadi lebih mudah.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati turut menyampaikan apresiasi atas langkah Polri yang dinilai mampu menghadirkan solusi konkret bagi masyarakat.
Ia menegaskan bahwa meskipun pembangunan infrastruktur bukan tugas utama kepolisian, namun langkah ini menunjukkan kepekaan institusi Polri terhadap persoalan riil di lapangan.
“Ini bentuk kerja nyata. Dampaknya langsung dirasakan masyarakat, terutama anak-anak sekolah dan aktivitas ekonomi di desa,” ujar perempuan yang lebih dikenal dengan nama Titiek Soeharto ini.
Selain prosesi peresmian, kegiatan ini juga diisi dengan dialog interaktif antara Kapolri, Ketua Komisi IV DPR RI, dan Menteri Kehutanan dengan masyarakat serta pelajar di sejumlah wilayah di Riau.
Dialog dilakukan secara luring di lokasi kegiatan serta daring yang terhubung dengan Kabupaten Kampar, Kuantan Singingi, dan Kepulauan Meranti.
Dalam dialog tersebut, masyarakat dan para siswa menyampaikan langsung pengalaman mereka sebelum dan sesudah adanya jembatan, termasuk tantangan akses pendidikan, transportasi, hingga harapan ke depan.
Interaksi ini menjadi ruang komunikasi dua arah yang memperkuat kehadiran negara dalam menjawab kebutuhan masyarakat secara langsung.
Sementara itu, Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan dalam sambutannya menegaskan bahwa pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi merupakan bagian dari upaya menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat melalui semangat Presisi.
“Pembangunan ini adalah wujud kehadiran negara untuk menjangkau masyarakat yang membutuhkan, sekaligus memperkuat konektivitas dan kehidupan sosial masyarakat,” ujarnya.
Ia menyebut bahwa program ini lahir dari semangat Presisi yang tidak hanya dimaknai sebagai konsep kerja, tetapi sebagai cara menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Pembangunan ini adalah amanah. Amanah untuk memastikan negara hadir sampai ke ruang hidup masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Di sinilah wajah Polri Presisi hadir secara nyata,” ujar Kapolda.
Kapolda juga menekankan bahwa di tanah Melayu, peradaban tumbuh dari keterhubungan. Sungai-sungai yang dahulu menjadi urat nadi kehidupan kini dijembatani sebagai simbol kemajuan dan kolektivitas.
Program pembangunan 110 jembatan di Riau, menurutnya, bukan sekadar angka. Angka tersebut menjadi simbol komitmen dan nilai pengabdian Polri kepada masyarakat, sekaligus representasi dari semangat pelayanan.
"Sebagaimana layanan darurat 110 yang selalu siap menjawab kebutuhan masyarakat," pungkas Kapolda.
Acara peresmian ini turut dihadiri oleh Menteri Kehutanan RI Raja Juli Antoni, Wakil Menteri Kehutanan Rohmat Marzuki, Ketua Komisi IV DPR RI, serta sejumlah pejabat utama Mabes Polri, antara lain Kabareskrim Polri, Kabaintelkam Polri, Dankor Brimob Polri, Kadiv Humas Polri, dan Kasatgas MBG.
Hadir pula Plt Gubernur Riau bersama Forkopimda Provinsi Riau, Pangdam I/Bukit Barisan, Bupati Kampar beserta Forkopimda Kabupaten Kampar, serta para kepala daerah kabupaten/kota se-Provinsi Riau.
Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri oleh unsur masyarakat, tokoh adat, Ketua MKA LAM Riau beserta jajaran, Kepala Baznas Provinsi Riau, serta perwakilan pihak swasta dan organisasi sosial yang turut berkontribusi dalam pembangunan jembatan melalui dukungan CSR dan kolaborasi lintas sektor.
.png)
3 hours ago
3












































