Iran Pertimbangkan Tampil di Piala Dunia 2026, tapi tak Mau Bermain di AS

9 hours ago 7

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Iran menyatakan tidak akan memboikot Piala Dunia 2026, meski hubungan politik dengan Amerika Serikat kian memanas. Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI) justru menyatakan ingin tetap tampil di turnamen tersebut, sambil mengupayakan agar laga fase grup mereka dipindahkan dari wilayah AS ke Meksiko.

Presiden FFIRI Mehdi Taj mengatakan, negaranya akan “memboikot Amerika Serikat, tetapi tidak Piala Dunia”. Pernyataan itu disampaikan sebagai respons atas komentar Presiden AS Donald Trump yang menyebut Iran semestinya melewatkan turnamen demi keselamatan mereka sendiri.

Iran, kata Taj, tetap berniat ambil bagian dalam Piala Dunia 2026 meski kawasan Timur Tengah tengah dilanda perang sejak Februari. Di tengah situasi tersebut, FFIRI sedang bernegosiasi dengan FIFA agar tiga pertandingan Grup G yang semula dijadwalkan berlangsung di Pantai Barat AS dipindahkan ke Meksiko.

Dalam jadwal sekarang, Iran akan menghadapi Selandia Baru pada 15 Juni 2026 dan Belgia pada 21 Juni 2026 di Inglewood, California. Setelah itu, Iran akan melawan Mesir pada 26 Juni 2026 di Seattle, Washington.

Upaya relokasi itu juga membuka dimensi politik dan olahraga yang lebih luas. Berdasarkan bagan turnamen, Iran dan tim nasional Amerika Serikat berpotensi bertemu pada babak 32 besar pada 3 Juli 2026 di Arlington, Texas, bila keduanya finis sebagai runner-up di grup masing-masing.

Pemerintah Meksiko menyatakan siap membuka pintu. Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum mengatakan, negaranya bersedia menjadi tuan rumah pertandingan Iran, meski keputusan akhir tetap berada di tangan FIFA.

Piala Dunia 2026 akan digelar pada 11 Juni hingga 19 Juli 2026 di tiga negara tuan rumah: Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada. FIFA sejauh ini menegaskan keinginannya agar turnamen tetap berjalan sesuai jadwal. Presiden FIFA Gianni Infantino menyatakan badan sepak bola dunia itu tidak bisa menyelesaikan konflik geopolitik, tapi ingin menggunakan sepak bola sebagai jembatan perdamaian.

Iran sendiri lolos ke putaran final sebagai salah satu tim teratas Asia dan akan tampil di Piala Dunia untuk keempat kali secara beruntun. Meski begitu, ketegangan politik antara Teheran dan Washington membuat partisipasi mereka kali ini berada dalam sorotan lebih besar dibanding edisi-edisi sebelumnya.

sumber : Reuters

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |