Investasi 2025 Capai Rp 1.931 Triliun, Kontribusi ke APBN Dinilai Bertahap

3 days ago 8

Kapal kargo bersandar di kawasan pelabuhan dan industri maritim Batam, Kepulauan Riau, Rabu (14/1/2026). Badan Pengusahaan (BP) Batam mencatat realisasi investasi sepanjang 2025 di kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas Batam mencapai Rp54,7 triliun atau sekitar 91 persen dari target tahunan sebesar Rp60 triliun.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani mengumumkan realisasi investasi pada 2025 mencapai Rp1.931,2 triliun atau lebih tinggi dari target awal sebesar Rp1.905,6 triliun. Kendati begitu, capaian tersebut tak sejalan dengan realisasi penerimaan negara. 

"Memang kan investasi itu adalah long term commitment," ujar Rosan saat konferensi pers capaian realisasi investasi kuartal IV 2025 di kantor Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Jakarta, Kamis (15/1/2026).

Rosan berkilah pertumbuhan investasi tak sekadar berkontribusi dalam mendorong peningkatan penerimaan negara, melainkan juga penciptaan lapangan kerja. Oleh karenanya, lanjut Rosan, pemerintah pun getol memberikan insentif dalam menggenjot iklim investasi dalam negeri. 

"Jadi saya yakin ini ke depannya juga akan terus memberikan kontribusi yang positif terhadap APBN kita," lanjut Rosan. 

Rosan mengatakan nilai investasi yang tumbuh memerlukan waktu untuk berkontribusi terhadap penerimaan negara. Rosan mengatakan investasi jangka panjang akan memberikan hasil positif bagi keuangan negara di masa yang akan datang.  

"Pajak-pajak yang tercipta dari investasi yang masuk ini, investasi long term commitment. Tidak langsung pada hari hanya pada saat misalnya manufakturing pabrik itu berjalan, tetapi juga pada saat nanti dalam perjalanan terus meningkat, terus berjalan dengan baik. Sehingga kontribusinya akan makin besar terhadap APBN," ucap Rosan. 

Rosan tidak melihat investasi sekadar aspek finansial. Rosan menyampaikan pertumbuhan investasi justru berdampak besar bagi penciptaan lapangan kerja. 

Rosan mencontohkan nilai investasi hilirisasi di sektor perkebunan dan pertanian memang tidak sebesar sektor mineral. Namun, lanjut Rosan, kedua sektor tersebut memberikan dampak besar dalam pembukaan lapangan kerja. 

"Hilirisasi di kelapa nilainya Rp100 juta dolar tapi lapangan pekerjaannya itu mencapai 10 ribu orang. Biasanya kan kalau hilirisasi mineral itu angkanya 1-4 miliar dolar AS. Kita coba cari kesimbangan sehingga aktivitas ekonominya itu juga jadi meningkat," kata Rosan.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |