REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Holding BUMN sektor aviasi dan pariwisata, PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney, bersama PT Angkasa Pura Indonesia atau InJourney Airports, memastikan kesiapan operasional dan layanan 37 bandara pada periode angkutan Lebaran 2026.
Seluruh bandara yang dikelola InJourney Airports sebagai bagian dari InJourney Group akan menyambut pemudik pada angkutan Lebaran yang berlangsung mulai 13 Maret 2026 hingga 30 Maret 2026.
Direktur Utama InJourney, Maya Watono, mengatakan sebagai holding BUMN sektor aviasi dan pariwisata, momentum libur Lebaran tahun ini menjadi periode dengan trafik tertinggi di seluruh lini bisnis InJourney.
“Kami melihat pergerakan yang sangat positif, khususnya dari pasar domestik yang tahun ini menjadi fokus utama. Harapannya, momentum ini dapat berjalan lancar sekaligus mendorong pertumbuhan kinerja di seluruh ekosistem,” ujar Maya saat konferensi pers terkait kesiapan InJourney Airports pada periode angkutan Lebaran 2026 di Terminal III, Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Banten, Rabu (10/3/2026).
Maya menjelaskan, sebagai holding multi-sektor yang mengelola bandara, ritel, hotel, dan destinasi, InJourney menempatkan customer experience sebagai prioritas utama di setiap touchpoint layanan. InJourney memastikan operasional berjalan optimal melalui pengoperasian bandara 24 jam, penambahan personel selama periode puncak mudik, serta penguatan layanan di hotel dan destinasi dengan dukungan tenaga tambahan.
“Di saat yang sama, kami menghadirkan berbagai program aktivasi dan penawaran menarik, termasuk diskon di seluruh aset InJourney, untuk memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Dengan kesiapan menyeluruh ini, kami berkomitmen menghadirkan pengalaman perjalanan yang aman, nyaman, terintegrasi, dan berkesan,” ucap Maya.
Direktur Utama InJourney Airports, Mohammad R. Pahlevi, mengatakan jumlah pergerakan penumpang pesawat secara kumulatif di seluruh bandara InJourney Airports pada angkutan Lebaran 2026 diproyeksikan mencapai 9,03 juta penumpang atau naik sekitar dua persen dibandingkan angkutan Lebaran 2025.
Sementara itu, pergerakan pesawat diperkirakan naik 3,24 persen menjadi 63.553 penerbangan dari sebelumnya 61.556 penerbangan.
.png)
4 hours ago
3
















































