Ini Alasan Gen Z Selalu Merasa Lelah Secara Mental, Bukan karena Malas

11 hours ago 1

Setidaknya ada lima tantangan kesehatan mental yang paling sering menghantui Gen Z. (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pernahkah merasa lelah luar biasa, tapi saat mencoba merebahkan diri, tangan justru refleks meraih ponsel dan mulai membandingkan hidup dengan keberhasilan orang lain di layar? Bagi banyak Generasi Z, hidup hari ini terasa seperti terjebak dalam perlombaan yang tidak ada garis akhirnya.

Ada tekanan besar untuk selalu terlihat "sibuk", sukses di usia muda, sekaligus tetap eksis secara sosial. Berhenti sejenak sering kali dianggap sebagai sebuah kegagalan, padahal kesehatan mental yang sesungguhnya bukan tentang seberapa kuat kita bertahan dalam tekanan, melainkan tentang keberanian untuk mengakui bahwa kita butuh ruang untuk bernapas tanpa merasa bersalah.

Konselor kesehatan mental sekaligus pendiri UnFix Your Feelings, Aanandita Vaghani, melihat bahwa pola hidup "selalu aktif" ini sedang menguras energi para Gen Z secara diam-diam. Menurutnya, masalah yang dialami Gen Z saat ini jauh lebih kompleks karena melibatkan ekosistem digital yang tidak pernah tidur. Namun, ia percaya bahwa memahami tantangan ini adalah langkah pertama untuk membangun ketangguhan emosional yang nyata.

Berikut adalah lima tantangan kesehatan mental yang paling sering menghantui Gen Z serta panduan untuk menavigasinya menurut analisis Aanandita Vaghani:

1. Tekanan media sosial dan komparasi diri

Media sosial telah bertransformasi dari ruang berbagi menjadi ladang pembanding harga diri. Meski sadar bahwa apa yang terpampang di layar hanyalah kurasi momen terbaik, banyak anak muda tetap merasa hancur secara emosional.

"Dalam pekerjaan saya dengan Gen Z, media sosial sering muncul saat kita berbicara tentang harga diri. Mereka mungkin merasa tertinggal, tidak memadai, atau cemas setelah menggulir media sosial," ujar Vaghani kepada Health Shots. Fokus utamanya bukan menghentikan penggunaan media sosial, melainkan mengambil kendali agar platform tersebut tidak lagi mendikte kepercayaan diri mereka.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |