Foto selebaran yang disediakan oleh situs web resmi Garda Revolusi Iran (IRGC) (SEPAHNEWS) menunjukkan, rudal Fattah (hipersonik) buatan Iran saat upacara pembukaan di Teheran, Iran, Selasa (6/6/2023). Menurut IRGC Iran, Iran telah menciptakan rudal hipersonik rudal yang mampu menempuh 15 kali kecepatan suara dalam jarak 1.400 km.
REPUBLIKA.CO.ID,TEHERAN — Korps Garda Revolusi Islam Iran mengancam akan menyerang perusahaan-perusahaan asal Amerika Serikat (AS) yang berada di wilayah Timur Tengah (Timteng). Sebelumnya Iran diketahui telah membombardir fasilitas militer dan diplomatik AS di kawasan tersebut.
"Karyawan perusahaan-perusahaan Amerika diminta untuk segera meninggalkan daerah-daerah ini. Daerah-daerah ini akan segera menjadi target Korps Garda Revolusi Islam,” kata Garda Revolusi Iram di situs web resminya, Sepah News, Senin (16/3/2026).
Garda Revolusi Iran tak menyampaikan secara eksplisit perusahaan AS apa saja yang bakal dibidiknya. Namun pekan lalu, kantor berita Tasnim yang terafiliasi dengan pemerintah Iran, telah menerbitkan melalui akun Telgram-nya daftar perusahaan yang berpotensi menjadi target.
Perusahaan tersebut mencakup perusahaan raksasa seperti Amazon, Google, Microsoft, dan Nvidia. Mereka diketahui memiliki kantor di negara-negara Teluk.
Berbeda dengan Garda Revolusi Iran yang masih mengancam akan terus membidik objek-objek terkait AS, Presiden AS Donald Trump mengeklaim bahwa Iran telah menyampaikan keinginan untuk berunding. Namun Trump mengatakan bahwa AS tak mengenal siapa saja pemimpin Iran saat ini.
"Semua pemimpin mereka telah tewas. Kita bahkan tidak tahu dengan siapa kita berurusan,” ujar Trump kepada awak media di Gedung Putih pada Senin, dikutip laman Al Arabiya.
sumber : Antara
.png)
10 hours ago
5













































