REPUBLIKA.CO.ID, BAGHDAD– Empat dari enam awak pesawat militer AS yang jatuh di Irak barat dilaporkan tewas, kata militer AS. Sementara upaya penyelamatan berlanjut untuk dua awak lainnya.
Pesawat pengisian bahan bakar militer KC-135 jatuh di Irak barat pada Kamis, dalam sebuah insiden yang menurut militer melibatkan pesawat lain.
The Guardian melansir, Pihak AS mengeklaim kecelakaan ini bukan akibat tembakan musuh atau kawan. Sementara Perlawanan Islam di Irak mengatakan mereka yang menembak jatuh pesawat tersebut.
Gurun barat Irak adalah hamparan luas dataran berbatu yang sebagian besar kosong, tetapi juga merupakan tempat banyak milisi Syiah yang bersekutu dengan Iran bermarkas dan telah menjadi lokasi serangan udara berulang kali oleh Israel dan AS.
Di tempat lain, seorang tentara Prancis tewas dalam serangan di wilayah otonom Kurdistan Irak, kata presiden Prancis, Emmanuel Macron, pada hari Jumat. Ini adalah kematian militer Prancis pertama dalam perang tersebut.
Sejak serangan gabungan AS-Israel di Iran dimulai hampir dua minggu lalu dan menjerumuskan Timur Tengah ke dalam perang, berbagai serangan yang dikaitkan dengan faksi pro-Iran telah menargetkan wilayah tersebut, tempat pasukan asing bermarkas.
Kelompok Ashab al-Kahf yang pro-Iran di Irak memperingatkan di halaman Telegram mereka bahwa kepentingan Prancis “di Irak dan wilayah tersebut” akan “ditargetkan” setelah kedatangan kapal induk Prancis.
AS telah memindahkan armada pesawat dalam jumlah besar ke Timur Tengah untuk mengambil bagian dalam operasi melawan Iran dan telah mengerahkan unit pencarian dan penyelamatan khusus untuk mengeluarkan awak pesawat yang jatuh.
Dalam sebuah pernyataan, Komando Pusat AS mengatakan pihaknya sedang melakukan upaya penyelamatan. Pesawat kedua yang terlibat dalam kecelakaan yang dilaporkan itu mendarat dengan selamat.
“Insiden itu terjadi di wilayah udara sahabat selama Operasi Epic Fury, dan upaya penyelamatan sedang berlangsung,” kata pernyataan itu, menggunakan nama operasi AS melawan Iran.
Ini merupakan pesawat AS keempat yang hilang sejak AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari. Tiga jet tempur angkatan udara AS secara keliru ditembak jatuh oleh pertahanan udara Kuwait. Semua awak jet tersebut berhasil keluar dengan selamat.
Sebelas tentara AS tewas dalam konflik tersebut, sementara sebanyak 150 tentara AS terluka. Jumlah korban tewas di Iran lebih dari 1.300, menurut duta besar negara tersebut untuk PBB.
Baik Donald Trump maupun Menteri Pertahanan, Pete Hegseth, mengatakan perang mungkin akan memakan lebih banyak korban jiwa di Amerika sebelum berakhir.
Enam personel militer AS tewas ketika pesawat tak berawak Iran menyerang pusat operasi di pelabuhan sipil di Kuwait. Mereka berada di Cadangan Angkatan Darat dan bekerja di bidang logistik, menjaga pasokan makanan dan peralatan bagi pasukan.
.png)
2 hours ago
1














































