Ketua OJK DIY, Eko Yunianto, memberikan paparan mengenai performa ekonomi DIY pada acara media briefing sekaligus buka puasa bersama OJK dan media di Yogyakarta, Rabu (11/3/2026).
REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Ekonomi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tumbuh sebesar 5,49 persen secara kumulatif pada tahun 2025. Beberapa industri yang jadi faktor pertumbuhan tersebut berasal dari industri pengolahan dan penyediaan akomodasi dan makan minum, konstruksi, kehutanan, dan pertanian.
Menanggapi angka tersebut, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) DIY bertekad untuk terus berkontribusi meningkatkan literasi finansial masyarakat.
"Sepanjang 2025 kami menggelar sebanyak 17 edukasi, baik offline dan online, dengan total sebanyak 2.054 peserta," kata Kepala OJK DIY, Eko Yunianto, dalam acara media briefing sekaligus buka puasa bersama OJK dan media di Yogyakarta, Rabu (11/3/2026).
Eko pun menyampaikan beberapa faktor yang menjadi faktor pertumbuhan ekonomi DIY tahun lalu. Faktor pertama adalah kunjungan wisatawan ke DIY pada saat natal dan tahun lalu yang cukup tinggi. Faktor kedua diakuinya adalah program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah digencarkan pemerintah pusat sejak tahun lalu.
"Hal itulah mengapa pertumbuhan ekonomi DIY pada triwulan keempat tahun lalu menyumbangkan angka yang cukup besar, yakni sebesar 5,94 persen," ujar Eko.
Meskipun demikian, Eko mengingatkan terdapat tantangan ke depan untuk membuat ekonomi DIY tetap tumbuh. Salah satu di antaranya adalah perang yang masih berkecamuk di Timur Tengah.
"Saya melihat bahwa ekonomi global sedang banyak diliputi ketidakpastian. Hal ini harus terus kita cermati ke depan," ujar Eko.
Ia pun optimistis literasi keuangan masyarakat DIY semakin meningkat. Hal tersebut terindikasi dengan semakin banyaknya pengaduan yang dilakukan masyarakat via OJK. "Terdapat 288 pengaduan sepanjang tahun lalu di mana paling besar yakni 48,3 persen terkait perbankan diiikuti 31,3 persen terkait pasar modal," katanya.
OJK DIY pun menyadari semakin banyak modus penipuan transaksi keuangan yang terjadi di tengah masyarakat. Oleh karena itu, kemarin OJK DIY melakukan simulasi bagaimana cara melakukan pengaduan via Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) melalui iasc.ojk.go.id.
.png)
3 hours ago
2















































