REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sejumlah ekonom memperkirakan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI-Rate) akan tetap bertahan di level 4,75 persen dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia Maret 2026 yang hasilnya diumumkan Selasa siang ini. Kepala Ekonom BCA David Sumual mengatakan tekanan eksternal yang masih kuat menjadi faktor utama yang mendorong Bank Indonesia menahan suku bunga.
"Tekanan eksternal masih cukup kuat dan daya tarik aset rupiah perlu dipertahankan," kata David di Jakarta, Selasa (17/3/2026).
Ia menambahkan, tekanan terhadap nilai tukar rupiah masih sangat bergantung pada perkembangan konflik antara Amerika Serikat dan Iran, serta prospek peringkat utang (sovereign rating) Indonesia ke depan.
Senada, Department Head of Macroeconomic and Financial Market Research Permata Bank Faisal Rachman menilai konflik geopolitik yang berkepanjangan berpotensi mendorong kenaikan harga minyak dan inflasi global.
Di sisi lain, pasar juga telah merevisi ekspektasi pemangkasan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (The Fed), yang kini diperkirakan hanya terjadi satu kali pada 2026, kemungkinan pada Desember.
"Jika pemangkasan suku bunga The Fed hanya terjadi sekali, maka kemungkinan BI juga hanya menurunkan suku bunga satu kali pada tahun ini," ujar Faisal.
Namun demikian, jika tensi geopolitik meningkat dan harga minyak bertahan di atas 100 dolar AS per barel, terdapat kemungkinan tidak ada pemangkasan suku bunga, bahkan kebijakan dapat beralih menjadi lebih ketat (hawkish).
Sementara itu, Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Indef M Rizal Taufikurahman memandang peluang penguatan rupiah tetap terbuka, meski dalam jangka pendek masih dibayangi tekanan eksternal.
Menurutnya, penguatan rupiah akan lebih solid jika stabilitas global membaik serta fundamental domestik, seperti fiskal, inflasi, dan kredibilitas kebijakan, tetap terjaga.
Ekonom LPEM FEB UI Teuku Riefky mencatat Indonesia mengalami arus keluar modal sebesar 0,63 miliar dolar AS dalam 30 hari terakhir hingga 12 Maret 2026, serta 0,75 miliar dolar AS sejak awal konflik AS-Iran.
sumber : ANTARA
.png)
7 hours ago
3













































