Destinasi Taman Wisata Candi Diprediksi Melonjak, InJourney Siapkan Strategi Khusus

6 hours ago 4

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA — PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney melalui anak usahanya InJourney Destination Management, menegaskan kesiapan menyambut lonjakan wisatawan pada periode libur Lebaran 2026. Destinasi unggulan seperti Candi Prambanan diproyeksikan kembali menjadi magnet utama kunjungan di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Mengantisipasi peningkatan trafik tersebut, InJourney melalui pengelola destinasi menyiapkan langkah operasional terintegrasi. Ini mencakup pengaturan arus pengunjung, optimalisasi kapasitas kawasan, serta peningkatan fasilitas dan layanan guna memastikan pengalaman wisata tetap aman, nyaman, dan terkendali.

Pelaksana Tugas Direktur Utama IDM, Joel Siahaan, menegaskan bahwa momentum Lebaran dimanfaatkan untuk memperkuat positioning destinasi berbasis budaya dan peradaban. “Momentum Lebaran ini kami maksimalkan untuk menghadirkan pengalaman yang lebih dari sekadar kunjungan. Pengunjung bisa merasakan suasana, memahami nilai sejarah, hingga membawa pulang cerita dari setiap sudut candi,” ujar Joel.

Penguatan operasional, lanjutnya, dilakukan secara menyeluruh, termasuk peningkatan koordinasi lintas sektor untuk menjaga stabilitas layanan di tengah lonjakan kunjungan.

Direktur Operasi IDM, Indung Purwita Jati, menjelaskan bahwa kesiapan teknis difokuskan pada kapasitas dan rekayasa akses guna mengantisipasi kepadatan di titik krusial.  “Kami telah melakukan berbagai penyesuaian operasional, mulai dari penambahan kapasitas parkir hingga dua kali lipat dari sebelumnya yang hanya mampu menampung sekitar 500 kendaraan. Selain itu, skema akses masuk juga kami siapkan mengingat potensi penumpukan di satu pintu utama,” jelasnya.

Selain penguatan infrastruktur, kesiapan petugas lapangan turut ditingkatkan untuk menjaga kelancaran arus pengunjung, khususnya pada periode puncak.

Di sisi experience, Direktur Komersial IDM, Gistang Penutur, menyampaikan bahwa diferensiasi produk wisata menjadi fokus utama melalui pendekatan berbasis pengalaman. “Kami ingin setiap wisatawan memiliki cerita yang berbeda ketika berkunjung ke Prambanan. Tidak hanya melihat candi, tetapi juga menikmati pertunjukan budaya, kuliner, hingga interaksi yang bisa dibagikan melalui media sosial,” katanya.

Konsep tersebut dihadirkan melalui program tematik yang diperkuat dengan pertunjukan budaya, seperti sendratari dan seni tradisional. Pertunjukan budaya ini melibatkan komunitas lokal Yogyakarta dan Jawa Tengah, serta didukung oleh kehadiran kuliner khas daerah sebagai bagian dari end-to-end visitor experience.

Sebagai bagian dari komitmen terhadap nilai keberagaman dan toleransi, pengelola juga menutup sementara kawasan saat Hari Raya Nyepi.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |