Presiden Prabowo Subianto bersama sejumlah menteri membahas penghematan dan menjaga defisit APBN 3 persen di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (19/3/2026).
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan pemerintah tidak akan mengubah batas defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) meski harga minyak global meningkat akibat tensi geopolitik di Timur Tengah. Pemerintah menargetkan defisit tetap di bawah 3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).
Airlangga menyebut pemerintah akan menjaga defisit melalui efisiensi belanja operasional dan peningkatan penerimaan negara. Kebijakan tersebut mengacu pada amanat UU Nomor 17 Tahun 2023 tentang Keuangan Negara.
“Tadi dilaporkan dalam rapat dengan Bapak Presiden, arahan Bapak Presiden, yang pertama tentu yang terkait dengan kita menjaga APBN agar defisit tetap di bawah 3 persen,” kata Airlangga seusai rapat dengan Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (19/3/2026).
Airlangga menjelaskan, efisiensi belanja akan dilakukan di berbagai kementerian dan lembaga. Langkah tersebut sebelumnya telah dibahas bersama instansi terkait.
Pemerintah juga mengkaji fleksibilitas kerja bagi Aparatur Sipil Negara, termasuk opsi bekerja dari rumah satu hari dalam lima hari kerja sebagai bagian dari efisiensi operasional. Kebijakan serupa juga terbuka untuk sektor swasta.
“Nah, ini semuanya kita sedang siapkan lagi. Nanti sesudah konsepnya sudah matang, kita akan segera informasikan ke publik lebih detail,” kata Airlangga.
Dari sisi penerimaan, Airlangga mengatakan Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan optimalisasi pendapatan dari komoditas batu bara. Langkah ini memanfaatkan kenaikan harga batu bara di tengah gangguan pasokan energi global.
Sebagai tindak lanjut, pemerintah akan merevisi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) batu bara tahun 2026. Pemerintah juga mengkaji penerapan pajak ekspor untuk meningkatkan penerimaan.
“Kemudian juga terkait dengan adanya tambahan harga, maka terhadap batu bara juga akan dihitung terkait dengan pajak ekspor, besarannya nanti dikaji oleh tim. Di mana nanti harapannya pendapatan pemerintah juga naik dengan adanya windfall profit,” kata Airlangga.
Selain APBN, rapat tersebut juga membahas percepatan konversi Pembangkit Listrik Tenaga Diesel menjadi Pembangkit Listrik Tenaga Surya untuk menekan konsumsi bahan bakar minyak. Program ini diminta untuk segera direalisasikan dengan melibatkan Danantara.
.png)
5 hours ago
4















































