Jamaah membaca Alquran saat malam Itikaf di Masjid Istiqlal, Jakarta, Selasa (10/3/2026). Pada 10 hari terakhir bulan suci Ramadhan, sejumlah umat muslim melakukan itikaf atau menetap di dalam masjid untuk menjemput malam lailatul qadar dengan memperbanyak ibadah dan membaca Alquran.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Malam Lailatul Qadar merupakan salah satu malam paling agung dalam bulan Ramadhan yang dipenuhi keberkahan dan ampunan Allah SWT. Malam yang lebih baik dari seribu bulan ini menjadi momen yang sangat dinantikan umat Islam untuk memperbanyak ibadah.
Sebab, siapa saja yang menghidupkannya dengan iman dan mengharap ridha Allah dijanjikan ampunan atas dosa-dosanya yang telah lalu. Keutamaan malam tersebut dijelaskan dalam berbagai Hadits Nabi Muhammad SAW serta ayat-ayat Alquran, khususnya dalam Surat Al-Qadr.
Imam Bukhari meriwayatkan dari Abu Hurairah. Ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Siapa pun yang beribadah pada Lailatul Qadar karena iman dan mengharap ridha Allah, maka diampuni baginya dosa yang telah lalu.”
Imam Bukhari juga meriwayatkan dari Ibnu Umar bahwa seorang sahabat Nabi Muhammad SAW diperlihatkan Lailatul Qadar dalam mimpinya pada tujuh malam terakhir. Lalu Rasulullah SAW bersabda, “Aku melihat mimpi kalian itu tepat pada tujuh malam yang terakhir. Siapa pun yang mencari Lailatul Qadar, maka hendaklah dia mencarinya pada tujuh malam terakhir.”
Dalam riwayat lain yang diriwayatkan Imam Muslim disebutkan, “Carilah Lailatul Qadar pada sepuluh malam terakhir. Namun jika seseorang dari kalian lemah atau tidak mampu, maka janganlah dia dikalahkan pada tujuh malam sisanya.”
.png)
2 hours ago
4
















































