Bupati Banyumas Pastikan Penataan Pasar Wage untuk Keadilan Pedagang

4 hours ago 2

Bupati Banyumas: Penataan Pasar Wage Purwokerto utamakan keadilan.

REPUBLIKA.CO.ID, PURWOKERTO, – Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono menegaskan bahwa penataan pedagang di kawasan Pasar Wage Purwokerto dilakukan demi keadilan bagi seluruh pedagang, baik yang berjualan di dalam maupun di luar area pasar. Penataan ini dimulai pada Minggu malam (22/3) dengan memindahkan pedagang kaki lima dari Jalan Wihara ke dalam pasar.

"Ini bukan penertiban, tapi penataan. Saya ingin semua pedagang merasa adil, yang di dalam maupun di luar," kata Sadewo usai Selamatan Penataan Pasar Wage Purwokerto.

Keputusan tersebut merupakan hasil diskusi bersama Paguyuban Pedagang Pasar Wage (P3W) dan Paguyuban Pedagang Pagi Pasar Wage Purwokerto (P4WP). Menurut Sadewo, sebagian besar pedagang memang menginginkan masuk ke dalam pasar sehingga fungsi Jalan Vihara dapat dikembalikan sepenuhnya sebagai akses lalu lintas.

Revitalisasi Pasar Wage

Pemerintah daerah juga merencanakan revitalisasi Pasar Wage sebagai prioritas pembangunan dengan berdiskusi bersama DPRD Kabupaten Banyumas untuk menganggarkan pembebasan lahan agar wajah pasar menghadap Jalan Jenderal Soedirman. Sadewo optimistis penataan fisik ini akan mengembalikan marwah Pasar Wage sebagai pasar induk.

Kepala Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (DPKUKM) Kabupaten Banyumas, Gatot Eko Purwadi, menyebut total pedagang yang ditata mencapai 243 pedagang luar pasar dan 735 pedagang lorong pasar. Proses ini telah berlangsung selama 25 tahun dan kini para pedagang sepakat menempati lapak di lantai 2 Pasar Wage setelah diskusi intensif.

Ketua P3W, Mohammad Toha, menyatakan kesepakatan ini menjadi titik balik perjuangan pedagang selama 25 tahun. Sedangkan Ketua P4WP, Nada Pratikno, mengungkapkan penyatuan dua paguyuban diharapkan mengakhiri konflik berkepanjangan antar-pedagang.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |