Api berkobar di Tel Aviv sebagai dampak serangan Iran pada Sabtu (28/2/2026).
REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV – Tak lama setelah Pemerintah Iran mengonfirmasi syahidnya Sekretaris Dewan Keamanan Tertinggi Iran Ali Larijani, serangan signifikan datang dari Iran menuju Israel tengah. Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) menjanjikan perlawanan yang lebih sengit setelah pembunuhan keji oleh Israel tersebut.
Video yang menunjukkan munisi tandan meledak di langit dan menyebarkan pecahan api ke wilayah yang luas. Beberapa kerusakan dilaporkan terjadi di wilayah Tel Aviv. Terdapat juga kerusakan yang dilaporkan di Yerusalem, Ramat Gan, dan Bnei Brak, semua lokasi di dalam dan sekitar Israel tengah.
Dua orang diyakini tewas dalam serangan ini – seorang pria dan seorang wanita berusia 70-an, yang menurut laporan awal, tidak berada di tempat penampungan. Lima orang kemungkinan terluka di daerah Sharon.
IRGC mengatakan serangan terhadap Tel Aviv adalah 'pembalasan' atas pembunuhan Larijani. Penyiar Channel 12 melaporkan bahwa setidaknya empat lokasi terkena serangan di pusat kota Kafr Qassem setelah serangan rudal terbaru dari Iran.
“Ada kerusakan properti yang parah,” lapornya. “Dua korban yang panik dirawat di salah satu tempat kejadian.”
IRGC mengatakan rudal-rudalnya “berhasil mengenai lebih dari 100 sasaran militer dan keamanan di jantung” Israel sebagai tanggapan atas pembunuhan Larijani dan rekan-rekannya.
Dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh kantor berita Fars, IRGC mengatakan situs-situs tersebut diserang karena “runtuhnya” “sistem pertahanan berlapis dan sangat canggih” Israel.
IRGC mengatakan pihaknya mengerahkan rudal Khorramshahr 4, Qadr, Emad dan Khaiber Shekan dalam serangan “balas dendam” tersebut.
Dalam sebuah pernyataan yang diterbitkan oleh kantor berita Iran Tasnim, IRGC menyebut Larijani sebagai “tokoh terkemuka, pemikir [dan] politisi revolusioner.” Mereka menekankan bahwa “darah suci dari syuhada besar ini, seperti para syuhada terkasih lainnya, akan menjadi sumber kehormatan, kekuatan, dan kebangkitan nasional”.
“IRGC tentu tidak akan melupakan haus darah para martir besar ini dan para syuhada lainnya,” tambahnya.
.png)
6 hours ago
3














































