Baitul Arqam Muhammadiyah di Khairu Ummah, Perkuat Kepatuhan Syariah-Ekonomi Umat

1 hour ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebagai bentuk pembinaan di kalangan kader Muhammadiyah-'Aisyiyah, baitul arqam berorientasi pada pembinaan ideologi keislaman dan kepemimpinan. Hal itu pun hendak dicapai dalam baitul arqam yang digelar Koperasi Syariah Khairu Ummah Grup.

Bertempat di Leuwiliang, Bogor, pada Sabtu hingga Ahad (7–8/3/2026), kegiatan ini diikuti pimpinan dan para karyawan setempat. Mengusung tema “Momentum Ramadhan sebagai Penguatan Konsolidasi", baitul arqam tersebut menjadi momentum penguatan konsolidasi organisasi dan sekaligus peneguhan nilai-nilai syariat dalam operasional lembaga.

Ketua Pengurus Koperasi Syariah Khairu Ummah, Pepi Januar Pelita, mengatakan, transformasi organisasi tidak hanya berkaitan dengan perubahan sistem dan struktur, melainkan juga penyelarasan kesadaran kolektif.

“Perubahan struktur bisa dilakukan dengan cepat, tetapi perubahan kesadaran memerlukan proses konsolidasi yang serius. Karena itu, Baitul Arqam ini menjadi ruang untuk menyatukan visi, nilai, dan arah kerja,” ujar dosen Universitas Muhammadiyah Bogor Raya itu, dikutip dari keterangan tertulis pada Ahad (8/3/2026).

Pada sesi materi, Assoc. Dr. Faozan Amar menekankan pentingnya kepatuhan syariah dalam operasional lembaga keuangan syariah. Menurutnya, kepatuhan tersebut tidak sekadar atribut administratif, melainkan prinsip utama yang menjaga keberlanjutan lembaga.

“Kepatuhan syariah adalah fondasi yang menjaga mutu layanan, memperkuat mitigasi risiko, serta merawat kepercayaan anggota yang telah menitipkan amanahnya kepada lembaga,” ujar Wakil Ketua Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) Pimpinan Pusat Muhammadiyah itu.

Dalam paparannya, ia juga menjelaskan bahwa prosedur operasional standar (SOP) dalam lembaga syariah harus dipahami sebagai bagian dari amanah dan etos kerja.

“SOP bukan hanya aturan teknis, tetapi juga bentuk tanggung jawab dalam menjaga amanah anggota dan memastikan operasional lembaga berjalan sesuai prinsip syariah,” jelasnya.

Pada akhir sesi baitul arqam, peserta menyatakan komitmen bersama yang dikenal dengan “Kopkhu Komitmen.” Ini sebagai bentuk kesepahaman untuk menjaga integritas dan kepatuhan syariah dalam setiap aktivitas kerja.

Ketua Pengawas Koperasi Khairu Ummah Grup, Muhdam Kamaludin, menyampaikan, baitul arqam merupakan bagian dari penguatan nilai dan budaya kerja di lingkungan koperasi.

“Baitul Arqam merupakan salah satu bentuk penguatan pemahaman bagi karyawan tentang hakikat bekerja di koperasi syariah, bukan hanya sebagai aktivitas ekonomi tetapi juga sebagai bagian dari pengabdian,” ujarnya.

Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Leuwiliang Dede Muslimin menegaskan, bekerja di lembaga ekonomi syariah merupakan bagian dari dakwah Muhammadiyah dalam bidang ekonomi.

“Bekerja di koperasi syariah adalah bagian dari dakwah ekonomi untuk menghadirkan kemaslahatan bagi umat,” katanya.

Dengan terselenggaranya Baitul Arqam ini, Khairu Ummah Grup berharap seluruh karyawan semakin memahami nilai-nilai ideologis dan prinsip syariah yang menjadi landasan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. 

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |