Azerbaijan Kirim 82 Ton Bantuan Kemanusiaan ke Iran

4 hours ago 1

Ketua Umum PMI Jusuf Kalla bersama Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi usai melakukan pertemuan di Markas Pusat PMI, Jakarta, Rabu (18/3/2026). Pertemuan tersebut membahas situasi terkini konflik Iran dengan Israel dan Amerika Serikat. Selain itu, dalam kesempatan tersebut juga dibahas soal pengiriman bantuan kemanusiaan berupa perlengkapan medis dan obat-obatan bagi masyarakat sipil Iran yang terdampak konflik.

REPUBLIKA.CO.ID, BAKU -- Azerbaijan mengirim 82 ton tambahan bantuan kemanusiaan ke Iran, kantor berita APA melaporkan pada Rabu (18/3/2026). Bantuan tersebut dikirim melalui lima truk yang membawa 76 ton makanan serta 6 ton obat-obatan dan perlengkapan medis.

Pada 11 Maret, Kementerian Situasi Darurat Azerbaijan menyatakan lebih dari 25 ton bantuan kemanusiaan telah dikirim ke Iran atas instruksi Presiden Ilham Aliyev.

Bantuan ini menunjukkan dukungan dari negara-negara tetangga Iran menghadapi serangan AS dan Israel. Sebelumnya, pemerintah Tajikistan juga telah mengirim 110 truk yang mengangkut 3.600 ton lebih bantuan kemanusiaan ke Iran untuk membantu rakyat negara itu di tengah perjuangan membela negaranya.

"Berdasarkan instruksi Presiden Tajikistan Emomali Rahmon, 3.610 ton bantuan kemanusiaan itu telah dikirimkan kepada rakyat Iran yang bersahabat dan bersaudara," kata kantor kepresidenan Tajikistan dalam pernyataannya, Rabu.

"Konvoi bantuan kemanusiaan Tajikistan yang terdiri dari 110 truk besar berangkat ke Iran pada 18 Maret pagi dan akan tiba dalam waktu dekat," sebut pernyataan tersebut.

Bantuan kemanusiaan untuk Iran itu terdiri dari 45 ton obat-obatan dan suplai medis, serta perlengkapan kebersihan, baju anak-anak, makanan, barang rumah tangga, perlengkapan tidur, tenda, dan material bangunan, sebut pernyataan kepresidenan Tajikistan.

Indonesia juga tak ketinggalan. Ketua Umum PMI Jusuf Kalla bersama Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi menggelar pertemuan di Markas Pusat PMI, Jakarta pada Rabu. Dalam kesempatan tersebut dibahas soal pengiriman bantuan kemanusiaan berupa perlengkapan medis dan obat-obatan bagi masyarakat sipil Iran.

Pada 28 Februari, AS dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran, yang menimbulkan kerusakan dan menewaskan warga sipil.

Iran membalas dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer AS di seluruh Timur Tengah.

AS dan Israel awalnya mengeklaim "serangan pendahuluan" itu diperlukan untuk melawan ancaman dari program nuklir Iran. Namun, kemudian mereka mengatakan bahwa tujuannya adalah untuk mengganti rezim yang berkuasa di Iran.

sumber : Antara

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |