Sebuah kapal terlihat berlabuh di lepas pantai Dubai, Uni Emirat Arab, menyusul penutupan Selat Hormuz oleh Iran , 1 Maret 2026.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Iran menyatakan siap menghadapi kemungkinan Amerika Serikat mengerahkan pasukan untuk mengawal kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz, salah satu jalur utama perdagangan energi dunia.
Juru bicara Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) Ali Mohammad Naini mengatakan pada Sabtu (7/3/2026), pihaknya menunggu kehadiran konvoi militer AS jika rencana tersebut direalisasikan.
"Iran sangat menyambut kemungkinan pasukan AS mengawal kapal tanker melintasi Selat Hormuz. Kami tunggu kehadiran mereka," kata Naini, seperti dikutip media penyiaran Iran.
Pernyataan itu muncul di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Teluk serta kekhawatiran terhadap keamanan pelayaran di Selat Hormuz yang menjadi rute penting pengiriman minyak global.
Sebelumnya, Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengisyaratkan kemungkinan pengerahan angkatan laut untuk mengawal kapal-kapal komersial yang berlayar melalui Selat Hormuz dalam beberapa pekan mendatang. Langkah ini guna meredakan kekhawatiran pasokan minyak.
Pengiriman melalui selat Hormuz terganggu setelah AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran.
Selat Hormuz merupakan jalur utama ekspor minyak dan gas dari Teluk Persia, menyumbang sekitar 20 persen perdagangan global minyak, produk petroleum, dan gas alam cair.
Pada 28 Februari, AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran yang menimbulkan kerusakan serta korban sipil. Iran kemudian membalas dengan serangan terhadap wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah.
sumber : Antara
.png)
1 hour ago
1
















































