REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- YOGYAKARTA -- Sebanyak 8,2 juta orang diprediksi masuk ke Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) selama periode arus mudik dan libur Lebaran 2026. Kapolda DIY, Irjen Pol Anggoro Sukartono mengatakan, prediksi tersebut berasal dari data Kementerian Perhubungan yang menunjukkan Yogyakarta menjadi salah satu tujuan utama pemudik.
"Berdasarkan data Kementerian Perhubungan, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi tujuan dari kegiatan masyarakat pada puncak arus mudik yang diprediksi mencapai 8,2 juta orang," kata Anggoro dijumpai seusai rapat koordinasi Forkopimda di Kompleks Kepatihan Yogyakarta Selasa (10/3/2026).
Menurutnya, jutaan orang tersebut tidak datang secara bersamaan, melainkan tersebar selama periode mudik menggunakan berbagai moda transportasi seperti kendaraan pribadi, kereta api, hingga pesawat. Meski begitu, pemerintah daerah bersama TNI-Polri tetap menyiapkan berbagai langkah antisipasi mulai dari pengamanan, pengaturan lalu lintas, hingga kesiapsiagaan bencana untuk menghadapi lonjakan mobilitas tersebut.
Anggoro menyebut, lonjakan pergerakan masyarakat itu diperkirakan akan memunculkan sejumlah simpul kerawanan, seperti kemacetan lalu lintas, potensi kriminalitas, hingga risiko bencana alam. Beberapa titik yang diprediksi mengalami kepadatan antara lain Stasiun Tugu, Stasiun Lempuyangan, Bandara YIA, serta berbagai destinasi wisata di DIY.
"Pasti akan memunculkan simpul-simpul kerawanan ataupun titik-titik yang dapat menimbulkan isu dari hasil survei dimana akan muncul kemacetan, angka kriminal dan bencana alam," ujar dia.
25 Pos Pengamanan Disiapkan
Untuk mengantisipasi berbagai potensi kerawanan tersebut, Polda DIY menyiapkan 25 pos pengamanan yang tersebar di seluruh wilayah kabupaten dan kota di DIY. Pos tersebut akan diperkuat dengan keterlibatan berbagai instansi, termasuk dinas kesehatan dan kementerian agama yang menyiapkan fasilitas pendukung bagi pemudik.
"Kesiapan (yang kami persiapkan -Red) mulai infrastruktur, peralatan, kesiapan personel, juga keterlibatan. Ada 25 pos pengamanan Polri di seluruh wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, kota dan kabupaten, dan pada titik-titik tertentu jumlahnya akan lebih banyak," ucapnya.
Adapun pengamanan Lebaran tahun ini akan dilaksanakan melalui Operasi Ketupat Progo 2026 yang akan digelar mulai 13 hingga 25 Maret 2026 dengan melibatkan berbagai unsur.
"TNI-Polri siap melaksanakan kegiatan pengamanan hari libur Idul Fitri yang nanti akan dikedepankan pada pelaksanaan operasi Ketupat Progo 2026 yang akan dilaksanakan mulai tanggal 13 sampai dengan 25 Maret secara serentak. Dan ini butuh sinergitas bahwa kegiatan ini harus dilakukan oleh semua, bukan hanya kepolisian," katanya.
Selain itu, layanan kesehatan juga dipastikan tetap siaga selama libur panjang.
"Dari dinas kesehatan (juga menghadirkan) posko-posko 24 jam terkait dengan kesiapsiagaan walaupun ada hari libur panjang dipastikan ada rumah sakit dan puskesmas 24 jam," ucapnya.
Selain pengamanan lalu lintas dan wisata, pemerintah juga mengantisipasi potensi bencana alam mengingat curah hujan diprediksi masih tinggi hingga April, terutama di wilayah rawan longsor seperti Gunungkidul.
Sebelumnya, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memprediksi kepadatan arus mudik Lebaran 1447 Hijriyah/2026 Masehi akan terjadi pada 16 Maret dan 18 Maret 2026 mendatang. Perkiraan tersebut berdasarkan hasil simulasi proyeksi pergerakan masyarakat yang dilakukan pemerintah.
.png)
2 hours ago
1
















































