23 Penumpang Kapal Pesiar MV Hondius Pulang ke Negaranya, 1 Dinyatakan Positif Hantavirus

3 weeks ago 54

Tiga penumpang meninggal akibat hantavirus dalam kapal MV Hondius, yang tengah berlayar dari Ushuaia, Argentina selatan, menuju Cape Verde di lepas pantai Afrika Barat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wabah hantavirus di kapal pesiar MV Hondius memicu kekhawatiran internasional setelah 23 penumpang telah kembali ke rumahnya di berbagai negara. Seorang penumpang di antaranya bahkan dilaporkan sudah jatuh sakit dan dinyatakan positif hantavirus.

Kapal pesiar milik perusahaan Oceanwide Expeditions itu sebelumnya melakukan persinggahan selama dua hari di Saint Helena, pulau kecil wilayah Inggris di Atlantik Selatan, pada 23 April. Saat itu, 23 penumpang turun dari kapal tanpa mengetahui bahwa hantavirus telah mewabah di atas kapal. Menurut laporan, para penumpang tersebut telah kembali ke Australia, Taiwan, Amerika, Inggris, Belanda, dan negara lainnya.

"Ada 23 orang yang berkeliaran di sana, dan sampai tiga hari yang lalu, tidak ada yang menghubungi mereka," kata seorang penumpang yang masih berada di kapal, dilansir laman New York Post, Jumat (8/5/2026).

Salah satu penumpang yang telah pulang adalah pria Swiss yang kembali ke negaranya bersama sang istri. la dinyatakan positif hantavirus pada Rabu, menurut pihak berwenang. Pasien tersebut sempat dibawa ke rumah sakit Zurich dan hasil tes awal menunjukkan negatif hantavirus.

Sementara itu, Penyelidik Argentina menduga wabah hantavirus bermula dari pasangan suami istri asal Belanda yang tertular dari hewan pengerat saat mengunjungi tempat pembuangan sampah dalam tur pengamatan burung di Ushuaia, Argentina, beberapa hari sebelum kapal berangkat pada 20 Maret. Pasangan tersebut kini telah meninggal dunia.

Namun teori ini masih diragukan karena wilayah Tierra del Fuego, termasuk Ushuaia, belum pernah mencatat kasus hantavirus. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan wabah di MV Hondius kemungkinan disebabkan oleh Andes virus, jenis hantavirus langka yang dapat menular antar manusia. WHO mengatakan pemerintah nasional telah mulai melakukan pelacakan, kontak terhadap pasien, tetapi para ahli menilai risiko penularan massal tetap rendah karena hantavirus tidak menular seperti Covid-19.

"Penularan hantavirus membutuhkan droplet yang besar dari percakapan dengan orang lain. Kemungkinan dibutuhkan lebih dari sekadar sapaan singkat," kata pakar dari University of Nebraska Medical Center, Ali Khan.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |