REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa secara resmi membuka Prambanan Shiva Festival di kawasan Candi Prambanan, Sabtu (17/1/2026). Festival ini menjadi bagian dari rangkaian perayaan Hari Suci Siwaratri 2026 dan diharapkan menjadi momentum 'pulang' bagi seluruh umat Hindu untuk melakukan pemujaan kepada Dewa Siwa di Candi Prambanan.
Ni Luh menyampaikan kehadirannya di Candi Prambanan bukan semata kunjungan wisata, melainkan bagian dari persembahyangan Siwaratri. Candi Prambanan atau Siwa Graha merupakan pusat pemujaan Dewa Siwa yang memiliki makna spiritual sangat kuat bagi umat Hindu. Ia mengajak umat Hindu memaknai Siwaratri bukan sekadar perayaan, melainkan ruang kontemplasi dan pengendalian diri.
"Ini adalah hari Siwaratri bagi umat Hindu, di mana kami melakukan pemujaan kepada Dewa Siwa, dan Candi Prambanan ini dikenal sebagai candinya Dewa Siwa," kata Ni Luh, saat dijumpai di sela-sela acara, Sabtu.
"Malam ini kita memberi ruang untuk diam sejenak, memusatkan pikiran kepada Dewa Siwa. Siwaratri adalah ruang kontemplasi, menata batin, dan melatih pengendalian diri melalui tapa brata selama 24 jam," ujarnya.
Ni Luh menjelaskan Prambanan Shiva Festival lahir dari keinginan untuk meneguhkan kembali Candi Prambanan sebagai ruang spiritual dan pusat ziarah umat Hindu, tidak hanya di Indonesia, tetapi juga dunia. Prambanan selama ini sudah menjadi living heritage atau warisan budaya yang hidup, yang harus terus dijaga, disucikan, dan diberi tempat terhormat di tengah masyarakat.
Ia menilai kemegahan Candi Prambanan menjadi pengingat bahwa peradaban besar hanya bisa dijaga dengan kedalaman jiwa dan kesadaran spiritual.
"Kami membuat Prambanan Shiva Festival yang tentu dari sisi spiritual, kita ingin meneguhkan lagi Candi Prambanan sebagai tempat spiritual bagi umat Hindu," ucapnya.
"Candi Prambanan ini adalah candi tempat pemujaan beliau (Dewa Siwa) yang luar biasa nilai sejarah dan nilai spiritualnya. Saya berpikir, kita harus melakukan sesuatu, kita harus menjadikan Siwa Graha ini, Prambanan ini sebagai tempat kita pulang bagi seluruh umat Hindu. Tidak hanya kita yang ada di Indonesia dan Nusantara, tapi kita harus menempatkan dan menjadikan Prambanan ini tempat pulang bagi seluruh umat Hindu di seluruh dunia. Mudah-mudahan kita semua sepemahaman bahwa ayo kita buka hati kita, tangan kita untuk menyambut saudara-saudara kita, seluruh umat Hindu di seluruh dunia untuk datang melihat dan memuja keagungan beliau di tempat ini," kata Wamenpar menambahkan.
Sementara dari sisi kepariwisataan, Ni Luh berharap Prambanan Shiva Festival mampu menghadirkan harmoni antara nilai spiritual dan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar. Ia menyampaikan konsep pariwisata yang diusung mencakup tiga pilar utama, yakni people, planet, dan prosperity.
"Pariwisata harus memberi dampak bagi manusia dan kehidupan sosialnya, menjaga lingkungan, serta mendatangkan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar. Mudah-mudahan Prambanan Shiva Festival tidak hanya meningkatkan spiritualitas, tetapi juga memberi manfaat nyata bagi masyarakat," ujarnya.
Pembukaan Prambanan Shiva Festival tersebut dilakukan bersama Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI), jajaran InJourney Destination Management (IDM), serta tim pengelola Candi Prambanan.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum Pengurus Harian PHDI Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya, menjelaskan makna tapa brata Siwaratri yang dijalankan umat Hindu antara lain jagra (berjaga dan waspada), upawasa (berpuasa), dan mono brata (diam).
"Ini bukan penebusan dosa, tetapi penguatan kesadaran umat agar mampu membedakan yang baik dan buruk serta menjaga pikiran, ucapan, dan perbuatan," ujarnya.
Melalui Prambanan Shiva Festival, Wisnu juga berharap Candi Prambanan dapat semakin kokoh sebagai pusat spiritual umat Hindu sekaligus destinasi budaya yang memberi manfaat luas bagi masyarakat dan bangsa.
"Sehingga banyak hal-hal yang positif yang kita bicarakan. Inilah cara kita bukan untuk penembusan dosa saja, tetapi memberikan, menguatkan kesadaran umat terutama umat Hindu agar eling, ingat. Kita juga ingin membangun manusia yang kuat dari sisi rohani dan jasmani," ucapnya.
Festival Berlangsung Selama Satu Bulan
Prambanan Shiva Festival yang mengusung tajuk The Month of Shiva for Spiritual, Peace, and Harmony ini telah diluncurkan beberapa waktu lalu. Prambanan Shiva Festival diisi dengan berbagai rangkaian acara, hingga puncaknya perayaan Maha Shivaratri Celebration yang mengajak untuk merenungkan nilai kesucian Dewa Siwa sebagai sumber energi kesadaran tertinggi.
Direktur Komersial InJourney Destination Management (IDM), Gistang Richard Panutur, menyampaikan Candi Prambanan bukan hanya destinasi wisata, melainkan ruang hidup dan ruang spiritual yang harus terus dijaga. Ia menyebut Prambanan Shiva Festival bukan sekadar kegiatan seremonial.
"Melalui momentum pemujaan Dewa Siwa, kita diajak berhenti sejenak dari hiruk pikuk dunia, melakukan introspeksi, dan memulai kembali hidup dengan kesadaran yang lebih dalam," kata Gistang.
Sepanjang 2025, kata Gistang, berbagai peribadatan umat Hindu telah rutin digelar di kawasan Prambanan, mulai dari Siwaratri, Galungan, Kuningan, hingga upacara keagamaan lainnya. Hal ini menunjukkan spiritualitas di Prambanan terus bertumbuh.
"Kami memfasilitasi umat Hindu dari dalam dan luar negeri untuk bersembahyang dengan akses seluas-luasnya sebagai bentuk penghormatan terhadap keberagaman,” ucap dia.
"Kami percaya dengan keseimbangan inilah pariwisata yang berkarakter dan berkualitas dapat dan akan memberikan manfaat yang berkelanjutan. Ke depan kami mengajak seluruh elemen umat Hindu, masyarakat, pemerintah dan pelaku wisata untuk terus berjalan bersama Candi Prambanan," ujarnya.
.png)
3 hours ago
5















































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5356582/original/040605300_1758465597-20250921AA_Futsal_Four_Nation_Indonesia_Vs_Latvia-12.JPG)