Veda Ega Pratama, dari Jalanan Berdebu di Gunungkidul ke Podium Dunia

1 hour ago 1

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Setelah menaklukkan Podium Moto 3 GP Brasil pekan lalu. Pembalap kebanggaan Indonesia Veda Ega Pratama akan melanjutkan perjuangannya pada GP Amerika Serikat di Circuit of The Americas akhir pekan ini 27-29 Maret 2026. Kisah perjalanan Veda diawali dari jalan berdebu di sudut desa di Gunungkidul, Yogyakarta. 

Veda belia dan juga kebanyakan orang mungkin tak pernah membayangkan akan menjadi  seorang pembalap kelas dunia. Namun dari sanalah Veda Ega Pratama memulai mimpinya—dari lintasan sederhana, menuju panggung megah MotoGP.

Sejak usia belia, Veda sudah akrab dengan deru mesin. Di bawah bimbingan sang ayah yang juga mantan pembalap, kisaran tahun 2013-2015 ia mengasah kemampuan bukan di sirkuit megah, melainkan di area terbuka seadanya. Parkiran pasar dan jalan desa menjadi “sekolah” pertamanya. Tak ada gemerlap, hanya tekad dan kerja keras.

Bakat Veda tak lama tersembunyi. Ia kemudian masuk ke program pembinaan Astra Honda Racing School, gerbang awal menuju dunia balap profesional. Di sana, kemampuannya ditempa lebih sistematis—dari teknik balap hingga mental bertanding.

Perjalanan berlanjut ke ajang Asia Talent Cup, tempat para talenta muda Asia diuji. Veda tak sekadar berpartisipasi. Ia tumbuh, belajar, dan akhirnya menjelma menjadi juara—membawa Merah Putih berkibar di level Asia.

Prestasi itu menjadi tiket menuju panggung yang lebih besar, lebih keras, dan lebih kompetitif: Eropa.

Menggebrak Eropa, Mengetuk Pintu Grand Prix

Di Red Bull MotoGP Rookies Cup, Veda menghadapi para pembalap muda terbaik dunia. Adaptasi bukan perkara mudah—lintasan baru, cuaca berbeda, dan tekanan tinggi.

Namun Veda menjawabnya dengan performa impresif. Ia mengoleksi kemenangan, berdiri di podium, dan menutup musim sebagai salah satu yang terbaik. Dunia mulai melirik. Indonesia kembali disebut.

Tak butuh waktu lama, kesempatan itu datang di Moto3 Brasil 2026. Akhirnya, panggung yang dinanti tiba. Bersama Honda Team Asia, Veda Ega Pratama menjalani musim perdananya di Moto3 2026—bagian dari kalender MotoGP.

Di tengah persaingan ketat dan tekanan luar biasa, Veda tampil tenang. Ia bertarung sejak awal balapan, menjaga ritme, dan memanfaatkan setiap peluang. Hingga akhirnya, saat garis finis terlewati—namanya tercatat di posisi podium.

Bendera Merah Putih kembali berkibar di ajang Grand Prix. Sebuah pencapaian yang bukan hanya milik Veda, tetapi juga milik Indonesia.

Podium di Brasil bukanlah akhir perjalanan. Ia adalah penegasan bahwa mimpi dari desa kecil pun bisa menembus dunia.

Veda telah menunjukkan bahwa dengan kerja keras, disiplin, dan dukungan yang tepat, batas geografis bukanlah penghalang. Dari Gunungkidul ke Brasil, dari lintasan tanah ke sirkuit dunia—ini adalah kisah tentang harapan.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |