Trescon Luncurkan ‘Finance 2045’ di Jakarta: Menyusun Cetak Biru Transformasi Keuangan Asia Tenggara

7 hours ago 6

Memilih ekonomi terbesar di Asia Tenggara sebagai titik awal rangkaian konferensi global ini merupakan langkah strategis yang disengaja.

 ilustrasi)

Trescon Luncurkan ‘Finance 2045’ di Jakarta: Menyusun Cetak Biru Transformasi Keuangan Asia Tenggara. (Foto: ilustrasi)

IDXChannel — Dengan populasi 270 juta jiwa, lebih dari 65 juta UMKM, dan angka mengejutkan 77 juta orang dewasa yang belum memiliki akses perbankan, Indonesia berdiri sebagai titik paling strategis untuk evolusi keuangan di Asia Tenggara. Didukung infrastruktur pembayaran masif yang memproses lebih dari 16 miliar transaksi tahun lalu dan komitmen pemerintah pada target pertumbuhan PDB 8 persen yang ambisius, negara ini adalah mesin ekonomi yang tak terbantahkan di kawasan.

Namun, hingga kini belum pernah ada platform global tahunan yang didedikasikan secara khusus untuk transformasi keuangan bersejarahnya.

Hal itu berubah pada Juli ini. 

Pada 7–8 Juli 2026, Trescon akan secara resmi meluncurkan edisi perdana Finance 2045 di Sheraton Grand Jakarta Gandaria City. Memilih ekonomi terbesar di Asia Tenggara sebagai titik awal rangkaian konferensi global ini merupakan langkah strategis yang disengaja untuk memposisikan Jakarta di pusat dialog keuangan dunia.

Pertemuan Keuangan dan Teknologi Terdepan 

KTT intens selama dua hari ini akan mengumpulkan lebih dari 1.000 pelopor perbankan, pendiri fintech visioner, eksekutif keuangan korporasi, investor institusi, dan pembuat kebijakan utama. Diselenggarakan bersamaan dengan Edisi Global ke-47 World AI Show, pertemuan besar gabungan ini akan menyatukan lebih dari 2.000 pemimpin senior di persimpangan antara modal, kebijakan regulasi, dan teknologi generasi mendatang.

Agenda KTT disusun secara cermat untuk membahas pilar utama yang membentuk arsitektur keuangan masa depan:

- Garda Terdepan Perbankan: Mengeksplorasi Perbankan Digital, AI dalam Layanan Keuangan, dan Sistem Pembayaran Generasi Baru.

- Modal Inklusif & Berkelanjutan: Mendalami Keuangan Syariah, Inklusi Keuangan, dan Pembiayaan UMKM.

- Penggerak Makro-Ekonomi: Menyelaraskan strategi komersial dengan Keuangan Berkelanjutan dan mandat pertumbuhan nasional.

Halaman : 1 2 3

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |