Tiga Bulan Ditempa, Banteng Jakarta FC Bidik Gelar Soekarno Cup 2026

2 hours ago 1

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Banteng Jakarta FC menyiapkan 23 pemain untuk menghadapi Soekarno Cup 2026. Skuad U-17 yang mewakili DKI Jakarta tersebut ditempa selama tiga bulan melalui proses seleksi dan kurasi pemain dari sejumlah sekolah sepak bola (SSB) dengan melibatkan Pusat Pelatihan Olahraga Pelajar (PPOP) Dinas Pemuda dan Olahraga DKI Jakarta.

Manajer Banteng Jakarta FC Adiyoga Nusyirwan mengatakan, persiapan kali ini dilakukan lebih serius setelah tim memiliki pengalaman kurang baik pada periode sebelumnya. Evaluasi tersebut membuat proses seleksi pemain dilakukan lebih ketat untuk membentuk skuad yang dinilai mampu bersaing di turnamen.

"Karena kami punya pengalaman yang kurang baik pada periode sebelumnya di mana kami tidak mempersiapkan squad secara serius. Nah, kali ini kami berjuang dengan waktu yang tiga bulan dan tentunya juga dengan dukungan dari PPOP," kata Adiyoga saat peluncuran jersey dan pelepasan 23 pemain Banteng Jakarta FC di DPD PDIP DKI Jakarta, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, Sabtu (8/8/2026).

Sebanyak 23 pemain dan empat ofisial kemudian ditetapkan untuk memperkuat Banteng Jakarta FC. Adiyoga menegaskan tim tidak dibangun dengan ketergantungan kepada pemain tertentu. Semangat kolektif dan kultur kekeluargaan menjadi bagian dari filosofi tim dalam menghadapi turnamen.

Untuk menangani skuad muda tersebut, Banteng Jakarta FC menunjuk Agus Suprianto sebagai pelatih kepala. Agus merupakan mantan pemain Persija yang pernah memperkuat Macan Kemayoran pada 2001 dan menjadi bagian dari tim yang meraih trofi di Gelora Bung Karno.

"Di bagian ofisial, pelatih kepala ditempati oleh, kalau teman-teman tahu, ada namanya Agus Suprianto. Itu dulu adalah mantan pemain Persija pada tahun 2001 yang mengangkat trofi waktu itu di Gelora Bung Karno," ujar Adiyoga.

Selain Agus, jajaran kepelatihan diperkuat Coach Yani dan Coach Rizky. Tim tersebut juga didukung tenaga fisioterapi. Adiyoga menyebut jajaran pelatih memiliki sertifikasi serta pengalaman dalam menangani pertandingan nasional.

Soekarno Cup 2026 akan berlangsung di Surabaya, Gresik, dan Bangkalan, Jawa Timur, pada 10-24 Agustus 2026. Sebanyak 16 tim dari sejumlah provinsi ambil bagian dalam turnamen tersebut. Banteng Jakarta FC tergabung di Grup D bersama Jawa Tengah, Papua, dan Jambi.

Di luar persaingan memperebutkan gelar juara, Soekarno Cup juga menjadi wadah pencarian dan pembinaan pemain muda. Para pemain merupakan hasil penjaringan dari klub-klub SSB dan diharapkan dapat disalurkan ke klub pada jenjang yang lebih tinggi.

Adiyoga mengatakan target Banteng Jakarta FC adalah memberikan penampilan maksimal. Ia tidak ingin membebani pemain dengan target berlebihan karena seluruh peserta dinilai memiliki peluang yang relatif sama setelah menjalani persiapan.

"Saya juga nggak mau muluk-muluk karena saya rasa semua squad yang bertanding ... punya ruang yang sama untuk juara. Tapi dari kita di Jakarta khususnya menargetkan maksimal," kata Adiyoga.

Sekretaris DPD PDIP DKI Jakarta Pantas Nainggolan menambahkan, Banteng Jakarta FC juga membidik gelar juara karena terdapat peluang bagi Jakarta menjadi tuan rumah Soekarno Cup pada tahun berikutnya. Menurut dia, status tuan rumah akan diberikan kepada tim yang menjadi juara pada edisi tahun ini.

Karena itu, persiapan matang dilakukan setelah pengalaman penyelenggaraan sebelumnya menjadi bahan evaluasi. Proses perekrutan pemain bahkan mendapat animo tinggi setelah dibuka secara digital hingga akhirnya terpilih 23 pemain yang memperkuat Banteng Jakarta FC.

Sementara itu, Bendahara Panitia Nasional Soekarno Cup 2026 Yuke Yurike mengatakan, turnamen tidak hanya menjadi kompetisi sepak bola, tetapi juga sarana edukasi sejarah. Para pemain akan dikenalkan dengan sosok dan pemikiran Presiden pertama RI, Ir. Soekarno, melalui berbagai kegiatan selama turnamen.

Sejumlah lokasi bersejarah yang berkaitan dengan Bung Karno di Jawa Timur juga akan dikunjungi para pemain. Bahkan pada 17 Agustus, ketika kompetisi masih berlangsung, para peserta dijadwalkan mengikuti kegiatan di Blitar untuk mengenal lebih dekat jejak sejarah Bung Karno.

"Jadi kan orang cuma tahu nama-nama doang. Jadi di saat itu di tempat bola itu, nanti ada cerita seperti Bung Karno, sejarah Bung Karno," kata Yuke.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |