Ilustrasi keamanan.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Di antara sekian banyak nikmat Allah Ta'ala kepada manusia, ada satu nikmat yang sering kali baru terasa nilainya ketika ia hilang: keamanan.
Keamanan bukan sekadar terbebas dari peperangan atau ancaman. Ia jauh lebih luas: hidup dalam keadaan aman pada diri sendiri, tenteram bersama keluarga, dan nyaman di tengah masyarakat.
Dengan keamanan, manusia dapat beribadah, bekerja, mendidik anak, mencari rezeki, dan menjalani kehidupan dengan tenang.
Karena begitu pentingnya nikmat ini, Alquran berkali-kali mengingatkan manusia agar menyadari dan mensyukurinya.
Allah Ta'ala mengingatkan penduduk Makkah tentang nikmat keamanan yang telah mereka rasakan. Ketika itu mereka berkata kepada Rasulullah SAW:
وَقَالُوٓا۟ إِن نَّتَّبِعِ ٱلْهُدَىٰ مَعَكَ نُتَخَطَّفْ مِنْ أَرْضِنَآ ۚ أَوَلَمْ نُمَكِّن لَّهُمْ حَرَمًا ءَامِنًۭا يُجْبَىٰٓ إِلَيْهِ ثَمَرَٰتُ كُلِّ شَىْءٍۢ رِّزْقًۭا مِّن لَّدُنَّا وَلَـٰكِنَّ أَكْثَرَهُمْ لَا يَعْلَمُونَ ٥٧
"Dan mereka berkata, "Jika kami mengikuti petunjuk bersama engkau, niscaya kami akan diusir dari negeri kami." (Allah berfirman) Bukankah Kami telah meneguhkan kedudukan mereka dalam tanah haram (tanah suci) yang aman, yang didatangkan ke tempat itu buah-buahan dari segala macam (tumbuh-tumbuhan) sebagai rezeki (bagimu) dari sisi Kami? Tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui." (QS al-Qashash: 57)
Mereka khawatir, jika mengikuti Nabi Muhammad SAW dan meninggalkan agama nenek moyang mereka, bangsa Arab akan memerangi dan mengusir mereka dari tanah kelahirannya.
.png)
2 hours ago
1

















































