Seorang wanita Iran memandang deretan kapal di Selat Hormuz dari kawasan Bandar Abbas, di selatan Iran pada 1 Juni 2026.
REPUBLIKA.CO.ID, ABU DHABI — Uni Emirat Arab (UEA) mengecam Iran karena melancarkan serangan ke kapal tanker milik Abu Dhabi National Oil Company (ADNOC) saat melintasi Selat Hormuz, Sabtu (8/8/2026). Arab Saudi turut melayangkan kecaman kepada Teheran atas penyerangan tersebut.
"UEA telah menyatakan kecaman dan penolakannya terhadap serangan Iran yang bermusuhan yang menargetkan sebuah kapal tanker milik perusahaan ADNOC dengan sebuah rudal selama penyeberangan Selat Hormuz," kata Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) UEA dalam sebuah pernyataan, dikutip laman Al Arabiya.
UEA menegaskan, serangan tersebut merupakan pelanggaran mencolok atas Resolusi Dewan Keamanan 2817. Resolusi itu menekankan kebebasan navigasi dan menolak penargetan kapal komersial atau gangguan jalur laut internasional.
UEA memperingatkan Iran soal perbuatannya menyerang kapal komersial dan menggunakan Selat Hormuz sebagai alat menekan atau memeras. Menurut UEA, hal tersebut mengancam stabilitas wilayah dan keamanan energi global.
Pada Sabtu, ADNOC melaporkan bahwa salah satu kapalnya menjadi sasaran rudal sebuah rudal saat sedang melalukan transit di Selat Hormuz. Namun ADNOC mengatakan bahwa serangan itu tak menimbulkan korban jiwa maupun luka.
Pemerintah Arab Saudi turut mengecam tindakan Iran menyerang kapal ADNOC. “Kementerian Luar Negeri menyatakan kecaman dan penolakan Kerajaan Arab Saudi dalam istilah terkuat terhadap penargetan kapal tanker Emirat selama penyeberangan Selat Hormuz," kata Kemenlu Saudi.
Saudi menegaskan, serangan itu merupakan serangan terhadap keamanan dan keselamatan navigasi maritim serta keamanan pasokan energi global. Seperti UEA, Riyadh juga menekankan bahwa serangan Iran terhadap kapal tanker di Selat Hormuz termasuk sebagai pelanggaran berat hukum internasional, termasuk Resolusi Dewan Keamanan 2817.
"Kerajaan menganggap Iran bertanggung jawab atas kelanjutan serangan brutal ini," kata Kemenlu Saudi.
Ia menegaskan solidaritasnya kepada UEA. Saudi mendesak Iran segera menghentikan pelanggaran-pelanggaran hukum internasional di Selat Hormuz. Hal itu guna menjaga stabilitas dan perdamaian regional. (Kamran Dikarma)
.png)
4 hours ago
2

















































