Tentaranya Kelabakan Hadapi Gelombang Serangan Drone Hizbullah, Komandan IDF Minta Bantuan AS

8 hours ago 6

Pasukan IDF melarikan diri dari serangan drione Hizbullah di Lebanon selatan pada April 2026.

REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV -- Angkatan Bersenjata Israel dilaporkan Anadolu tengah meminta bantuan sistem dan teknologi tambahan ke Amerika Serikat (AS) untuk menghadapi serangan drone-drone Hizbullah. Pada Rabu (27/5/2026) beberapa markas militer di Israel utara dihantam bom-bom yang dibawa oleh drone para pejuang militan. 

Menurut laporan KAN, Hizbullah sedikitnya melancarkan enam serangan drone ke utara Israel, di mana beberapa di antaranya berhasil meledak di pos-pos militer. Menyusul peristiwa itu, Komandan Lapangan Mayor Jenderal Nadav Lotan dilaporkan akan bertolak ke AS pada beberapa hari ke depan untuk mencari sistem persenjataan guna menangkal ancaman drone.

Menurut pejabat senior IDF kepada KAN mengatakan, "tidak ada pembatasan anggaran" dalam upaya menghadapi serangan drone Hizbullah. KAN juga melaporkan bahwa militer Israel telah membuat upaya besar dalam meningkatkan sistem peringatan terhadap serangan drone yang menargetkan para prajuritnya di lapangan, termasuk sebuah sistem baru yang teknologinya dikembangkan setara dengan sistem peringatan rudal anti-tank.

Rekaman operasi Hizbullah yang menargetkan sekelompok tentara Israel di situs militer Ras al-Naqoura menggunakan drone FPV pada 14 Mei 2026.

Menurut KAN, dalam 24 jam terakhir, Hizbullah terus melancarkan serangan drone kepada tentara Israel di selatan Lebanon dan juga pasukan yang ditempatkan di dalam Israel, dengan cara menghantam pos-pos militer di utara Israel. Dilaporkan bahwa IDF masih kekurangan dalam merespons serangan drone secara efektif, meski kerap mengeklaim bahwa mereka memiliki sistem deteksi dan intersep canggih. 

KAN juga melaporkan bahwa beberapa anggota IDF di sebuah wilayah utara pendudukan Israel terluka akibat ledakan serangan drone saat mereka mencoba membantu tentara Israel lainnya yang beberapa menit sebelumnya dihajar oleh serangan serupa. Dilaporkan, Hizbullah meningkatkan adopsi taktik serangan yang menargetkan pasukan lebih dulu lalu dilanjutkan dengan luncuran serangan drone menuju titik evakuasi dan penyelamatan kelompok tentara IDF yang diserang tadi.

Pada Rabu pagi, Hizbullah mengatakan bahwa mereka melancarkan beberapa serangan drone menargetkan titik kumpul pasukan DIF dan kendaraan militer, termasuk sebuah landasan Iron Dome di markas militer Jal al-Allam di utara Israel. Drone-drone Hizbullah belakangan menjadi senjata yang mengkhawatirkan bagi Israel, di mana Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menggambarkan sebagai "ancaman besar" karena sulitnya mendeteksi mereka.

sumber : Antara, Sputnik/RIA Novosti-OANA

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |