REPUBLIKA.CO.ID,TEHERAN — Kepala Badan Antariksa Iran menggambarkan industri antariksa negara tersebut sebagai industri berbasis pengetahuan lokal yang mengandalkan keahlian para pemuda dan kaum elit Iran. Ia mencatat bahwa badan tersebut telah mempercepat upaya untuk menyelesaikan pembangunan sejumlah satelit baru.
Berbicara dalam kunjungan Wakil Presiden Pertama, Mohammad Reza Aref, ke kantor badan tersebut, Hassan Salariyeh menyatakan bahwa dengan dukungan pemerintah serta Kementerian Informasi dan Teknologi Komunikasi, industri ini telah menorehkan pencapaian berharga. Ia menambahkan, jalur pengembangan teknologi ini telah mencapai momentum, seperti dilansir Tasniem.
Salariyeh memaparkan enam pilar utama industri antariksa Iran, yaitu: desain dan pembangunan satelit, pembawa satelit (satellite carriers), pangkalan peluncuran, pusat kendali dan operasi satelit, stasiun bumi akuisisi data satelit, serta pemantauan, pemrosesan, dan penciptaan nilai tambah dari data tersebut.
Salariyeh menambahkan, infrastruktur yang memadai telah dikembangkan pada tingkat nasional. Aset serta kapabilitas industri antariksa pun telah didistribusikan ke seluruh negeri; sebuah langkah yang memberikan basis bagi pertumbuhan perusahaan-perusahaan berbasis pengetahuan yang kompeten sekaligus mempercepat pengembangan teknologi ini.
Proyek Strategis dan Satelit Baru
Menyoroti proyek-proyek strategis industri antariksa negara, Salariyeh merujuk pada penyelesaian model eksperimental pertama dari sistem satelit "Martir Soleimani", yang diresmikan bersamaan dengan Hari Teknologi Antariksa tahun lalu.
Ia menambahkan, desain dan konstruksi satelit Pars 3, satelit telekomunikasi Nahid 3, muatan pengukuran radar (radar measurement payload), proyek penelitian 1, 2, dan 4, serta blok transfer orbital Saman merupakan proyek penting lain yang sedang diimplementasikan. Salariyeh menjanjikan bahwa pencapaian terbaru di bidang ini akan segera diperkenalkan dalam waktu dekat.
Upaya ini menegaskan ambisi Teheran untuk memperkuat kedaulatan teknologinya di tengah tantangan global, dengan memanfaatkan sepenuhnya potensi sumber daya manusia dalam negeri.
.png)
9 hours ago
8
















































