REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON — Anggota Kongres dari Partai Republik, Anna Paulina Luna, memperingatkan Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat (CIA) agar segera mengembalikan puluhan dokumen terkait pembunuhan Presiden John F. Kennedy atau menghadapi panggilan pengadilan dari Kongres.
Peringatan itu disampaikan Luna melalui serangkaian unggahan di platform X pada Rabu waktu setempat. Ia menuduh CIA menahan dokumen-dokumen penting yang sebelumnya sedang diproses untuk deklasifikasi oleh Kantor Direktur Intelijen Nasional (ODNI) di bawah pimpinan Tulsi Gabbard.
“CIA diberi waktu 24 jam untuk mengembalikan dokumen-dokumen tersebut ke kantor Tulsi Gabbard. Jika tidak, saya akan mengajukan mosi untuk mengeluarkan surat panggilan pengadilan,” tulis Luna.
Pernyataan itu muncul setelah James Erdman III, seorang whistleblower CIA yang pernah bertugas di bawah ODNI pada Maret 2025 hingga April 2026, mengatakan kepada komite Senat bahwa CIA telah “mengambil kembali” sekitar 40 kotak dokumen JFK dan berkas terkait program MKUltra yang sedang diproses untuk dibuka ke publik.
Erdman menyebut tindakan tersebut sebagai bagian dari “upaya terdokumentasi untuk menghindari pengawasan.”
Luna kemudian menuduh ada pihak di dalam CIA yang “secara aktif merusak” perintah eksekutif Presiden Donald Trump terkait deklasifikasi dokumen-dokumen sensitif tersebut.
Menyusul laporan itu, sejumlah media Amerika sempat menggambarkan pengambilan dokumen tersebut sebagai “penggerebekan” oleh CIA terhadap kantor ODNI. Namun, juru bicara ODNI Olivia Coleman membantah istilah tersebut.
“Ini tidak benar. CIA tidak menggerebek kantor ODNI,” kata Coleman, meski ia tidak membantah bahwa dokumen-dokumen itu memang diambil oleh CIA.
Luna kemudian mengklarifikasi bahwa dokumen tersebut berada di bawah yurisdiksi ODNI dan pengambilannya tidak terjadi pada hari yang sama ketika isu itu mencuat ke publik. Sumber intelijen yang dikutip NewsNation juga menyebut dokumen-dokumen tersebut diambil saat penutupan pemerintahan AS pada 2025.
Kasus ini kembali memicu perhatian publik terhadap pembunuhan JFK pada 1963 yang hingga kini masih menjadi salah satu misteri politik terbesar dalam sejarah Amerika Serikat. Selama puluhan tahun, berbagai teori konspirasi berkembang, termasuk dugaan keterlibatan CIA dalam pembunuhan tersebut.
.png)
5 hours ago
4
















































