Seminar Digital Kreatif UBSI Tegal Bongkar Rahasia Storytelling dan Branding Konten

1 week ago 23

REPUBLIKA.CO.ID, TEGAL - Suasana Aula Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Tegal pada Selasa (26/5/2026) mendadak riuh oleh antusiasme ratusan pasang mata. Di dalam ruangan yang terletak di Jalan Sipelem No. 22, Kraton, Tegal Barat tersebut, pemikiran besar tengah digulirkan: bagaimana mengubah keseharian yang biasa dijalani, menjadi sebuah narasi digital yang bernyawa dan bernilai jual?

Pertanyaan besar itu terjawab tuntas dalam Seminar Digital Kreatif bertajuk Build Your Brand, Share Your Story. Event kolaboratif antara Digital Community (DICO) dan UBSI kampus Tegal ini hadir sebagai wadah bagi generasi muda Tegal untuk naik kelas di industri kreatif digital.

Hadir sebagai salah satu narasumber utama, Ivana Zulkha, seorang content creator lokal Tegal di bidang kuliner, lifestyle dan travel, membagikan rahasia dapur di balik layar industri kreatif yang kian padat dan kompetitif.

Meramu 'Jiwa' dalam Tiga Detik Pertama

Bagi sebagian orang, mendokumentasikan makanan enak atau tempat estetis saat liburan akhir pekan mungkin sudah cukup. Namun, di mata Ivana, konten tanpa narasi yang kuat hanyalah sekadar visual yang mati.

"Hal yang paling penting dalam storytelling itu adalah bagaimana membuat audiens merasa tertarik sejak awal," ujar Ivana di hadapan para peserta seminar.

Menurutnya, visual atau footage yang estetik menjadi gerbang pembuka. Kunci utama yang membuat audiens betah berlama-lama dan merasa terhubung adalah energi yang disalurkan melalui penyampaian cerita.

Istilah itu biasa disebut hook dalam konten media sosial. Ivana sendiri kerap memanfaatkan kekuatan voice over dengan intonasi yang ceria dan penuh semangat untuk mentransfer energi positif langsung ke penonton. Lebih lanjut, ia membocorkan formula krusial dalam dunia video pendek: hukum tiga detik pertama.

"Tiga detik pertama sangat penting sebagai hook untuk membuat orang penasaran. Saya biasanya langsung masuk ke inti video, misalnya 'rekomendasi kuliner atau tempat baru', supaya audiens langsung tertarik menonton sampai akhir," kata dia.

Selain itu, Ivana juga membagikan trik psikologi audiens yang kerap ia gunakan. Salah satunya dengan sengaja menaruh detail lokasi di akhir video, ia justru berhasil memancing rasa penasaran penonton. Efeknya? Kolom komentar menjadi ramai oleh interaksi.

"Jadi, storytelling itu bukan sekadar visual, tapi bagaimana membangun rasa penasaran dan koneksi dengan audiens," tambahnya.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |