REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah menjadi momentum bagi berbagai lembaga dan instansi untuk meningkatkan kepedulian sosial. Di sejumlah daerah, sinergi antara Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), pemerintah daerah, dan mitra lainnya menghadirkan beragam program yang menyasar anak yatim dan kaum dhuafa, mulai dari santunan hingga edukasi literasi keuangan.
Di Pacitan, Jawa Timur, kolaborasi antara Baznas Kabupaten Pacitan dan Baznas Provinsi Jawa Timur menghadirkan kebahagiaan bagi 1.000 anak yatim. Penyaluran santunan yang digelar di Pendopo Kabupaten Pacitan, Selasa, ini merupakan rangkaian kegiatan bulan Ramadhan sekaligus memperingati Hari Jadi Ke-281 Kabupaten Pacitan.
Secara simbolis, santunan diberikan kepada perwakilan anak yatim dari Kecamatan Pacitan, Arjosari, dan Pringkuku. Sementara itu, tujuh kecamatan lainnya dijadwalkan menerima santunan pada April mendatang. Wakil Bupati Pacitan Gagarin Sumrambah hadir langsung dalam acara tersebut dan menyampaikan apresiasinya.
"Kegiatan ini adalah wujud nyata kepedulian sosial untuk meringankan beban dan memuliakan anak yatim," ujarnya. Ia menambahkan bahwa sinergi antara pemerintah daerah dan Baznas ini menjadi bentuk nyata upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di bulan yang penuh berkah.
Wakil Ketua II Baznas Provinsi Jawa Timur Ahsanul Hadi berharap santunan itu membawa kebahagiaan bagi anak-anak yatim dalam menyambut Idul Fitri. "Santunan bagi 1.000 anak yatim ini merupakan bagian dari program tahunan Baznas Jawa Timur yang berkolaborasi dengan Baznas kabupaten/kota selama Ramadhan," katanya.
Ketua Baznas Kabupaten Pacitan Shodiq Sujak merinci bahwa total santunan yang disalurkan pada tahap pertama mencapai lebih dari Rp259 juta. Dana tersebut bersumber dari kolaborasi Baznas Pacitan, Baznas Provinsi Jawa Timur, serta para muzaki non-ASN. Menariknya, selain uang saku, para penerima juga mendapatkan paket perlengkapan sekolah berupa tas dan alat tulis, menunjukkan perhatian pada keberlanjutan pendidikan mereka.
Semangat serupa juga bergema di Malang. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang bersinergi dengan Baznas setempat untuk menggelar literasi keuangan yang menyasar seribu anak yatim dan kaum dhuafa. Kegiatan yang dikemas dalam acara "Gebyar Malam Lailatul Qadar" ini bertujuan membekali anak-anak dengan pemahaman dasar pengelolaan keuangan.
"Sejalan dengan prioritas OJK dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan pada kelompok rentan, kegiatan ini diharapkan menjadi langkah konkret untuk membekali anak-anak dengan pemahaman dasar pengelolaan keuangan yang bermanfaat bagi masa depan mereka," kata Kepala OJK Malang Farid Faletehan.
Acara yang dihadiri Wali Kota Malang Wahyu Hidayat ini merupakan bagian dari program GERAK Syariah (Gebyar Ramadhan Keuangan Syariah) OJK Malang. Peserta tidak hanya mendapat edukasi tentang tugas dan fungsi OJK serta pengelolaan keuangan sederhana, tetapi juga diperkenalkan dengan produk keuangan syariah. Kantor Perwakilan Bank Indonesia Malang turut serta memberikan edukasi tentang Cinta, Bangga, Paham Rupiah, sementara Bank Jatim Syariah memperkenalkan produk seperti Tabungan Santri dan Cash Waqf Linked Deposit (CWLD).
sumber : Antara
.png)
3 hours ago
4
















































