Anak di Bawah Usia 1 Tahun Sebaiknya Dijauhkan dari Screen Time

2 hours ago 2

Anak di bawah usia 1 tahun mendapatkan screen time (ilustrasi). Anak dengan usia kurang dari satu tahun tidak direkomendasikan mendapatkan paparan layar atau screen time dalam bentuk apa pun.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Jika dulu orang tua hanya perlu mengawasi siapa teman bermain sang anak di lingkungan rumah, kini tugas orang tua bertambah. Orang tua juga perlu mengawasi gerbang informasi yang masuk ke otak anak lewat YouTube, aplikasi streaming, hingga media sosial.

Dokter spesialis anak, dr Farid Agung Rahmadi, M.Si.Med., Sp.A, Subsp.TKPS (K), menekankan betapa krusialnya peran orang tua dalam memfilter setiap konten visual yang dikonsumsi oleh anak-anak mereka. Menurutnya, memperkenalkan tontonan bukanlah sekadar memberi hiburan agar anak "anteng", melainkan sebuah langkah strategis yang harus dipikirkan secara matang demi masa depan sang buah hati.

Farid mengatakan tontonan yang memiliki pergantian gambar secara cepat bisa memengaruhi perilaku anak menjadi serbacepat sehingga dia terkesan hiperaktif. Dia mengingatkan, anak dengan usia kurang dari satu tahun tidak direkomendasikan mendapatkan paparan layar atau screen time dalam bentuk apa pun. Hal itu sebagaimana direkomendasikan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).

"Di umur kurang dari dua tahun hanya boleh video chatting, itu pun dengan keluarga dekat. Anak umur 2 sampai 6 tahun ini screen time-nya jangan lebih dari satu jam dan harus didampingi, ada interaksinya dengan orang tua, konten harus yang berkualitas," kata dia pada Selasa (25/2/2026).

Balita terutama umur kurang dari dua tahun merupakan kelompok paling berisiko terpapar layar gawai yang berlebihan. Pada usia tersebut, anak sedang berada dalam fase periode emas yaitu masa pertumbuhan dan perkembangan otak yang berlangsung sangat pesat. Jika anak terpapar screen time berlebih, maka kuantitas dan kualitas interaksi langsung dengan lingkungan bisa berkurang.

"Sehingga semua keterampilan perkembangan akan tidak terstimulasi dengan optimal, padahal sedang dalam periode emas, sedang dalam hebat-hebatnya otak itu tumbuh cepat dan berkembang cepat itu,” ujar Farid.

sumber : Antara

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |