Rupiah Melemah ke Rp 17.223 per Dolar AS, Dipicu Ketegangan Global

8 hours ago 7

Karyawan menghitung uang pecahan dolar Amerika Serikat (AS) dan rupiah di gerai penukaran mata uang asing di Jakarta, Jumat (24/4/2026). Pada perdagangan Jumat sore, nilai tukar rupiah ditutup menguat pada level Rp17.268 per dolar AS. Pemerintah menilai pelemahan nilai tukar rupiah yang sempat menyentuh level Rp17.300 per dolar AS dipicu meningkatnya tekanan global yang turut mengguncang mata uang di kawasan. Meski demikian, pemerintah bersama Bank Indonesia akan terus memantau pergerakan pasar guna menjaga stabilitas rupiah di tengah volatilitas yang masih tinggi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Nilai tukar rupiah pada Selasa (28/4/2026) pagi melemah 12 poin atau 0,07 persen menjadi Rp17.223 dolar AS dari penutupan sebelumnya di level Rp17.211 per dolar AS. Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan rupiah melemah akibat ketidakpastian perdamaian antara AS dengan Iran

“Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS di tengah sentimen yang berbalik risk off dari ketidakpastian perdamaian di Timteng (Timur Tengah) oleh laporan apabila AS tidak menerima usulan perdamaian terbaru Iran. Indeks dolar AS dan harga minyak mentah dunia terpantau kembali naik,” ucapnya di Jakarta, Selasa.

Mengutip Anadolu, Presiden AS Donald Trump bertemu dengan tim keamanan nasionalnya pada Senin (27/4) untuk membahas proposal terbaru Iran, kata Gedung Putih.

Pernyataannya muncul di tengah meningkatnya upaya diplomatik untuk menghidupkan kembali pembicaraan antara Washington dan Teheran setelah berminggu-minggu perang dan negosiasi yang gagal.

Namun, Trump dilaporkan tidak puas dengan proposal Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz dan mengakhiri perang AS-Israel melawan Iran.

Trump diberi pengarahan tentang rencana Teheran, yang meliputi pengakhiran blokade oleh AS di jalur air penting tersebut, tanpa membahas program nuklir Iran.

Iran sebelumnya telah menolak tuntutan AS agar menghentikan semua pengayaan uranium, dengan alasan bahwa mereka memiliki hak berdasarkan hukum internasional untuk melakukannya, dan sejauh ini menolak untuk menyerahkan uranium yang telah mereka perkaya tersebut.

Tidak jelas apa tepatnya yang membuat Trump tidak puas, tetapi ia telah lama bersikeras pada kedua tuntutan nuklir tersebut. Seorang pejabat AS anonim mengatakan bahwa menerima proposal Iran akan secara terbuka menyangkal kemenangan Trump.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |