Rooney Puji Kane Sebagai Pahlawan Inggris, tapi Soroti Lubang Besar yang Ancam The Three Lions

2 hours ago 2

Penyerang Inggris Harry Kane.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Legenda Inggris Wayne Rooney menyebut Harry Kane kembali membuktikan diri sebagai pahlawan The Three Lions setelah mencetak dua gol yang membawa timnya bangkit mengalahkan Republik Demokratik (RD) Kongo 2-1 pada babak 32 besar Piala Dunia 2026, Kamis (2/7/2026). Namun, Rooney mengingatkan kemenangan dramatis itu tidak boleh menutupi kelemahan besar yang masih dimiliki Inggris.

Kane menjadi penentu kemenangan setelah menyamakan kedudukan melalui sundulan pada babak kedua sebelum mencetak gol kemenangan lewat tendangan keras pada menit ke-86. Hasil tersebut memastikan langkah Inggris ke babak 16 besar untuk menghadapi tuan rumah Meksiko.

"Sundulannya luar biasa, tetapi gol keduanya benar-benar istimewa. Dia memang pemain kelas dunia," kata Rooney kepada BBC.

Mantan kapten Manchester United itu menilai Kane sekali lagi menunjukkan kapasitasnya sebagai pemain yang mampu menentukan pada momen-momen penting.

"Semua pemain terbaik dunia tampil di Piala Dunia ini. Dia superstar Inggris dan pahlawan bagi kami," ujarnya.

Meski memuji penampilan sang kapten, Rooney menegaskan Inggris masih memiliki pekerjaan rumah yang tidak ringan. Menurut dia, performa lini tengah dan pertahanan masih jauh dari meyakinkan sehingga harus segera dibenahi sebelum menghadapi lawan yang lebih kuat.

"Ada beberapa hal yang harus mereka perbaiki. Saya tidak terlalu yakin dengan lini tengah dan pertahanan dalam penampilan kali ini. Namun yang terpenting dalam sepak bola adalah Anda lolos, dan Harry Kane telah melakukannya lagi untuk kami," kata Rooney.

Ia bahkan memperingatkan bahwa Inggris akan berada dalam bahaya apabila kelemahan tersebut tidak segera diatasi oleh pelatih Thomas Tuchel.

"Bagi saya masih ada kekhawatiran besar. Setiap kali kehilangan bola, mereka terlihat sangat terbuka. Jika menghadapi tim yang lebih kuat, saya pikir kami akan menghadapi masalah besar apabila tidak segera memperbaiki hal itu," ujarnya.

Rooney menilai hubungan antarlini belum berjalan optimal. Ia menyoroti jarak yang terlalu renggang antara lini belakang dan lini tengah, sementara para bek sayap maupun pemain sayap seperti Noni Madueke dinilai belum mampu membangun koneksi permainan dengan baik.

"Koneksi antara lini belakang dan lini tengah tidak bagus. Bek sayap kesulitan, Madueke juga kesulitan. Ada celah besar di tengah lapangan dan itu sangat mengkhawatirkan. Thomas Tuchel benar-benar harus memperbaiki masalah itu. Jika tidak, saya rasa Inggris akan tersingkir," katanya.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |