CEO Danantara Indonesia sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani enggan menanggapi rencana Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengambil alih pengelolaan PT Permodalan Nasional Madani (PNM). (ilustrasi)
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- CEO Danantara Indonesia sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani enggan menanggapi rencana Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengambil alih pengelolaan PT Permodalan Nasional Madani (PNM). Rosan mempersilakan hal tersebut ditanyakan langsung kepada Purbaya.
“Mungkin ditanyakan saja ya ke Kementerian Keuangan,” ujar Rosan usai konferensi pers Realisasi Investasi Kuartal I 2026 dan Implementasi KBLI 2025 di Kantor Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Jakarta, Kamis (23/4/2026).
Rosan enggan membeberkan rencana ke depan PNM. Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM itu menyebut belum ada perubahan proses operasional PNM saat ini. “Kami berjalan seperti biasa,” singkat Rosan.
Sebelumnya, Purbaya ingin Kementerian Keuangan mengambil alih pengelolaan anak usaha PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) tersebut. Purbaya berencana menjadikan PNM sebagai anak usaha di salah satu special mission vehicle (SMV) Kementerian Keuangan, seperti PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) atau Pusat Investasi Pemerintah (PIP).
“Saya sedang mengajukan ke Danantara agar PNM diserahkan kepada kami (Kementerian Keuangan). PNM Madani itu diserahkan ke kami, nanti akan kami jadikan penyalur KUR (Kredit Usaha Rakyat),” kata Purbaya Yudhi Sadewa di Jakarta, Senin (6/4/2026).
Purbaya mengungkapkan, rencana akuisisi PNM tersebut diajukan sebagai salah satu solusi untuk memperlancar penyaluran KUR. Purbaya menyatakan banyak laporan dari para pelaku UMKM yang kesulitan mendapatkan layanan kredit murah tersebut dan menyoroti adanya kebutuhan biaya yang cukup tinggi dalam penyaluran KUR melalui perbankan.
“Kalau KUR yang disalurkan lewat bank-bank itu, kami membayar bunga sampai 18 persen. Uangnya hilang karena digunakan untuk membayar bunga, setiap tahun sekitar Rp 40 triliun,” ucap Purbaya.
Jika KUR disalurkan melalui PNM sebagai anak usaha dari salah satu SMV Kementerian Keuangan, dana senilai Rp 40 triliun tersebut dapat dijadikan modal untuk mentransformasikan BUMN itu menjadi bank UMKM. Purbaya berharap dapat menjadikan PNM sebagai bank besar dengan modal Rp 200 triliun dalam kurun waktu lima tahun.
“Jadi, anggaran yang kami keluarkan tidak bertambah, tetap Rp 40 triliun setiap tahun, tetapi dana tersebut dipinjamkan sebagai dana bergulir dengan bunga murah. Jadi, Rp 40 triliun itu tidak hilang,” kata Purbaya.
sumber : Antara
.png)
2 hours ago
4
















































